Bilangan Akar: Pengertian dan Operasi Bentuk Akar dalam Matematika

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bilangan akar adalah salah satu materi dalam Matematika yang harus dipahami. Terdapat beberapa operasi bentuk akar seperti penjumlahan, pengurangan, dan sebagainya yang perlu dipelajari siswa.
Sebelum mempelajari operasi bilangannya, siswa perlu memahami bentuk akar terlebih dahulu. Siswa juga bisa mempelajari contoh agar lebih mudah mengerti materi ini.
Pengertian Bilangan Akar
Mengutip dari Bilangan dan Aritmatika, Sulaiman (2012:21), bilangan akar atau bentuk akar adalah bilangan berupa akar dari bilangan rasional yang hasilnya merupakan bilangan irasional. Bilangan rasional merupakan bilangan yang dapat dibandingkan dengan bilangan lain serta biasanya berupa bilangan bulat seperti 2, 4, 16, dan seterusnya.
Sedangkan, bilangan irasional merupakan bilangan yang tidak berupa bilangan bulat dan tidak dapat dinyatakan sebagai pecahan. Misalnya 1,41; 2,91; dan lainnya. Karena bentuk akar bilangannya ada di dalam tanda akar (√), maka cara membaca √a adalah “akar a”.
Operasi Bentuk Akar
Bentuk akar bisa dioperasikan dengan bentuk akar lain atau dengan bilangan real, sama seperti bilangan bulat. Berikut adalah operasi bentuk akar dan contohnya.
1. Penjumlahan
Penjumlahan dapat dilakukan apabila angka yang ada di dalam tanda akar nilainya sama. Bentuk penjumlahan akar adalah sebagai berikut.
p√x + q√x = (p+q)√x
Contoh
√2 + √2 = (1+1)√2=2√2
2√5 +3√5 = (2+3)√5 = 5√5
Yang harus diperhatikan, penjumlahan bentuk akar tidak dapat dilakukan pada bentuk akar dan bilangan bulat biasa, misalnya √3 + 3. Selain itu, penjumlahan juga tidak dapat dilakukan untuk bentuk akar yang bilangan pokoknya berbeda seperti √3 + √4.
2. Pengurangan
Operasi pengurangan memiliki konsep sama seperti penjumlahan, yakni hanya dapat dilakukan pada dua bentuk akar atau lebih yang memiliki bilangan pokok sama. Berikut adalah bentuk pengurangan.
p√x – q√x = (p-q)√x
Contoh
2√2 – √2 = (2-1)√2 = √2
2√5 – 3√5 = (2-3)√5 = –√5
3. Perkalian
Berbeda dengan bentuk penjumlahan dan pengurangan, operasi perkalian dapat dilakukan antara bentuk akar dan bilangan nonakar. Berikut adalah bentuk perkalian.
p√x × q = (p×q)√x
p√x × q√y = (p×q)√xy
Contoh
4√7 × 2 = (4×2)√7 = 8√7
√3 × 2√11 = (1×2)√33 = 2√33
Baca juga: 5 Contoh Soal Pembagian Bentuk Akar dan Jawabannya
Jadi, bilangan akar merupakan bilangan berupa akar dari bilangan rasional yang hasilnya adalah bilangan irasional. Pelajari juga operasi bentuk akar agar semakin memahami materi Matematika ini. (KRIS)
