Konten dari Pengguna

BM.6. Modul Implementasi dan Refleksi Perencanaan Pembelajaran

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bm.6. modul pembelajaran mendalam implementasi dan refleksi perencanaan pembelajaran. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bm.6. modul pembelajaran mendalam implementasi dan refleksi perencanaan pembelajaran. Sumber: pexels.com

Dalam setiap kegiatan pembelajaran, para guru harus mengikuti modul pembelajaran yang ada untuk bisa mencapai tujuan pembelajaran. Salah satunya adalah yang terdapat di BM.6. Modul Implementasi Mendalam - Implementasi dan Refleksi Perencanaan Pembelajaran.

Dengan memahami modul ini, nantinya guru bisa menentukan metode pembelajaran yang paling cocok bagi siswa. Tentunya dengan tetap menyesuaikan kebutuhan.

BM.6. Modul Pembelajaran Mendalam - Implementasi dan Refleksi Perencanaan Pembelajaran untuk Disimak

Ilustrasi bm.6. modul pembelajaran mendalam implementasi dan refleksi perencanaan pembelajaran. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Modul Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar/Modul Pembelajaran, Rudy Gunawan (2022:5), modul ajar adalah buku dalam bentuk modul terpisah yang sesuai dengan sub-CPMK dan disusun berdasarkan rancangan pembelajaran.

Dalam BM.6. Modul Implementasi Mendalam - Implementasi dan Refleksi Perencanaan Pembelajaran, terdapat pertanyaan mengenai bagaimana penerapan prinsip pembelajaran mendalam dapat meningkatkan keterlibatan murid dalam pembelajaran? Jelaskan bagaimana bapak/ibu dapat mengidentifikasi apakah pembelajaran yang dilakukan sudah mendalam atau belum mendalam (surface learning)?

Berikut ini adalah jawaban selengkapnya yang bisa disimak.

Penerapan prinsip pembelajaran mendalam (berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan) meningkatkan keterlibatan murid dengan cara:

1. Berkesadaran, yakni murid menjadi sadar terhadap tujuan belajar, aktif meregulasi proses belajarnya, dan termotivasi secara intrinsik.

2. Bermakna, yakni murid merasakan relevansi dan manfaat dari pembelajaran untuk kehidupan nyata, membangun pengetahuan baru berdasarkan pengalaman atau pengetahuan sebelumnya.

3. Menggembirakan, yakni suasana belajar yang menyenangkan, menghargai kontribusi murid, dan memotivasi dengan tantangan yang sesuai, sehingga membuat murid terlibat emosional dan kognitif.

Dengan adanya prinsip-prinsip tersebut, maka murid tidak hanya hadir secara fisik, tapi juga aktif secara mental dan emosional dalam proses belajar.

Kemudian pertanyaan kedua pada modul ini adalah sebagai berikut.

Jika bapak/ibu dihadapkan dengan tantangan apa saja dalam menerapkan pembelajaran mendalam di kelas, bagaimana bapak/ibu mengatasi hambatan tersebut? Beriktu contoh situasi konkret yang dapat terjadi di kelas dan bagaimana solusi pembelajaran mednalam dapat diterapkan untuk mengatasinya?

Jawaban:

Tantangan umum yang kerap terjadi dalam pembelajaran mendalam antara lain murid pasif dan tidak terbiasa merefleksi, waktu terbatas untuk menggali topik secara mendalam, serta kurangnya sumber dalam merancang pembelajaran lintas disiplin atau kontekstual.

Salah satu contoh situasinya adalah dalam pembelajaran IPA kelas VII tentang ekosistem, murid cenderung hanya menghafal definisi tanpa mengaitkan dengan lingkungan sekitar. Alhasil, murid kesulitan mengaitkan aktivitas manusia dengan keseimbangan ekosistem.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, solusi yang dapat dilakukan adalah siswa melakukan observasi lapangan ke sungai terdekat dan wawancara dengan warga. Kemudian bisa juga dengan menulis jurnal refleksi tentang dampak kegiatan manusia terhadap lingkungan dan solusi yang bisa dilakukan di rumah.

Baca Juga: BM.2. Modul Pembelajaran Mendalam Konsep dan Kerangka Kerja dalam Pendidikan

Demikian BM.6. Modul Implementasi Mendalam - Implementasi dan Refleksi Perencanaan Pembelajaran. Semoga bermanfaat. (Anne)