Bunyi Dasa Darma Pramuka beserta Arti dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika kamu adalah orang yang masih aktif atau pernah bergabung dalam organisasi Pramuka, maka pastilah kamu hafal dengan bunyi Dasa Darma Pramuka.
Bunyi Dasa Darma Pramuka penting untuk diketahui, dimengerti, dan juga diterapkan. Menurut buku Pedoman Resmi Pramuka, Zuli Agus Firmansyah, 2014, hal tersebut karena dasa darma dianggap sebagai pedoman hidup sehari-hari bagi para anggotanya.
Dasa Darma berasal dari dua kata yaitu “Dasa” dan “Darma“. Dasa merupakan bahasa Jawa yang mempunyai arti sepuluh. Sedangkan Dharma atau darma dalam ejaan Kamus Besar Bahasa Indonesis (KBBI) merupakan bahasa Sansekerta yang berarti kewajiban, tugas hidup dan kebajikan.
Secara bahasa Dasa Darma mempunyai arti sepuluh kewajiban, kebajikan, dan tugas hidup. Umumnya terdapat pada tingkatan pramuka penggalang ke atas. Sedangkan secara umum, Dasa Darma Pramuka merupakan suatu kebijakan yang terdiri dari 10 pedoman bagi pramuka dalam menjalani kehidupan dan bertingkah laku sehari-hari.
Bunyi Dasa Darma Pramuka
Dasa Darma, Pramuka itu:
Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa.
Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Patriot yang sopan dan kesatria.
Patuh dan suka bermusyawarah.
Rela menolong dan tabah.
Rajin, terampil dan gembira.
Hemat, cermat dan bersahaja.
Disiplin, berani dan setia.
Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
Suci dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan.
Makna dan Contoh Sikap Dasa Darma Pramuka
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Sama dengan sila pertama dalam Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa, setiap anggota harus memiliki sikap takwa dengan menjalankan semua perintah Tuhan dan menjauhi larangan sesuai agamanya masing-masing.
Contoh:
Menjalankan semua perintah Tuhan serta meninggalkan segala larangan-larangan-Nya.
Membaca do’a atau niat karena Allah dalam setiap mengawali dan mengakhiri kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
Bukan hanya untuk sesama manusia, cinta dan kasih sayang juga ditujukan untuk seluruh alam semesta. Dengan mencintai alam, lingkungan akan lebih aman dan nyaman.
Contoh:
Menjaga kebersihan lingkungan dimanapun anda berada.
Ikut menjaga kelestarian alam, baik flora maupun fauna.
3. Patriot yang sopan dan ksatria
Maksud dari sifat sopan dan kesatria adalah sifat yang memiliki etika yang baik di mana saja.
Contoh:
Membiasakan diri untuk berani mengakui kesalahan dan membenarkan sutau hal yang benar.
Menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
4. Patuh dan suka bermusyawarah
Setiap anggota pramuka wajib untuk patuh dan mengerjakan dengan baik setiap tugas yang diberikan. Pramuka juga harus menentukan keputusan untuk kepentingan umum dengan cara bermusyawarah.
Contoh:
Tidak mengambil keputusan secara terburu-buru yang didapatkan tanpa jalur musyawarah.
Berusaha mufakat dalam setiap musyawarah.
5. Rela menolong dan tabah
Pramuka adalah orang-orang yang memiliki jiwa sosial tinggi sehingga rela menolong tanpa pamrih ketika ada sesama yang membutuhkan bantuan.
Contoh:
Selalu berusaha menolong sesama yang sedang mengalami musibah atau kesulitan tanpa rasa pamrih.
Tabah ketika mengalami berbagai kesulitan dengan tidak banyak mengeluh, dan tidak mudah putus asa.
6. Rajin, terampil dan gembira
Rajin belajar ataupun bekerja. Selain itu, pramuka juga harus terampil dalam setiap tugas yang diberikan dan selalu mengerjakannya dengan riang gembira.
Contoh:
Tidak pernah bolos dari sekolah, selalu hadir diwaktu latihan atau pertemuan pramuka.
Membiasakan menyusun jadwal kegiatan sehari-hari.
7. Hemat, cermat dan bersahaja
Menjadi pribadi yang hemat sehingga memiliki tabungan masa depan, cermat dalam bertindak dan mengahadapi setiap masalah.
Hidup hemat dan tidak boros.
Membiasakan hidup sederhana, tidak berlebihan.
8. Disiplin, berani dan setia
Disiplin terhadap waktu, berani menghadapi setiap masalah dan mengambil keputusan serta setia sehingga tidak mengecewakan orang lain.
Contoh:
Mendahulukan kewajiban dibanding meminta hak.
Berani mengambil keputusan.
9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
Selalu mempertanggungjawabkan setiap tindakan dan menjadi orang yang dipercaya dalam kondisi apa pun. Contoh:
Tidak mengingkari pekerjaan.
Selalu bersikap jujur untuk menaruh rasa percaya orang lain.
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
Setiap pramuka dituntun untuk selalu menjaga pikiran, lisan dan perbuatan sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain.
Contoh:
Selalu berfikir positif dan menuangkan saran yang baik dengan cara terbaik pula.
Berhati-hati dalam tiap ucapan.
Bunyi Dasa Darma Pramuka pertama kali diputuskan pada Keputusan Presiden nomor 238 tahun 1961. Setelah itu, pada tahun 1978 lahir lagi Dasa Darma ketiga, tepatnya tanggal 25 -26 September oleh ketetapan Munas di Bukittinggi. Lalu pada tahun 1978 kembali terjadi revisi oleh Munas Gerakan Pramuka di Manado. Keputusan ini kemudian secara resmi ditetapkan oleh Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 036/KN/79 dan berlaku hingga saat ini. (DNR)
