Bunyi Sumpah Palapa dan Sejarah Singkatnya di Era Kerajaan Majapahit

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dahulu, seorang patih dari Kerajaan Majapahit mengucapkan Sumpah Palapa. Sumpah ini pun dipelajari hingga sekarang untuk mengenang kebulatan tekad dari patih tersebut. Itulah mengapa siswa akan menemukan materi tentang bunyi Sumpah Palapa di sekolah.
Tak hanya bunyinya itu saja, sejarah singkat mengenai Sumpah Palapa juga menjadi bahan ajar. Dengan demikian, siswa bisa memahami kondisi di era sumpah itu diucapkan.
Bunyi Sumpah Palapa
Sumpah Palapa diucapkan oleh Patih Gajah Mada. Gajah Mada sendiri merupakan patih paling berpengaruh dan terkenal dari Kerajaan Majapahit. Bahkan nama beliau diabadikan menjadi salah satu kampus ternama di Yogyakarta.
Menurut buku Forum Tentor (2009: 121), berikut bunyi Sumpah Palapa.
“Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukita palapa, sira Gajah Mada, lamun huwus kalah nusantara ingsung amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsung amukti palapa”
Inti dari arti sumpah tersebut adalah Gajah Mada mempunyai tekad untuk menyatukan Nusantara di bawah Kerajaan Majapahit. Sampai saat itu terjadi, beliau tidak akan makan buah palapa.
Banyak orang meyakini bahwa arti dari “makan buah palapa” adalah kesenangan duniawi. Jadi Gajah Mada tidak akan bersenang-senang hingga cita-citanya di sumpah itu tercapai.
Baca juga: Sejarah Masa Keruntuhan Kerajaan Majapahit
Sejarah Sumpah Palapa
Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa ketika beliau dilantik menjadi patih di Kerajaan Majapahit. Saat itu, ratu yang berkuasa adalah Tribuwanatunggadewi.
Setelah Tribuwanatunggadewi turun tahta, anaknya bernama Hayam Wuruk naik menjadi raja Kerajaan Majapahit. Pada saat itu, Hayam Wuruk menjadi raja terbesar karena kerajaan tersebut mencapai masa puncaknya.
Tak hanya kepiawaian Hayam Wuruk saja yang membuat kerajaan tersebut menjadi besar, namun juga tekad yang diucapkan Gajah Mada sebelumnya melalui Sumpah Palapa. Wilayah kekuasaan kerajaan ini berkembang hingga mencakup sebagian besar Nusantara dan Malaysia.
Sampai saat ini, bunyi Sumpah Palapa dan sejarahnya menjadi salah satu kisah yang menarik untuk diketahui. Harapannya, masyarakat bisa mengilhami tekad Gajah Mada dan menerapkannya di kehidupan sehari-hari. (LOV)
