Konten dari Pengguna

Cara Baca Lafadz Allah yang Didahului oleh Huruf yang Berbaris Fathah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lafadz Allah yang didahului oleh huruf yang berbaris fathah maka membacanya dengan cara. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Zehra Nur  Peltek
zoom-in-whitePerbesar
Lafadz Allah yang didahului oleh huruf yang berbaris fathah maka membacanya dengan cara. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/Zehra Nur Peltek

Dalam ilmu tajwid Alquran, setiap huruf memiliki hukum bacaan yang ditetapkan, termasuk huruf lam. Sebagai umat muslim, tentu harus tahu Lafadz Allah yang didahului oleh huruf yang berbaris fathah maka membacanya dengan cara apa?

Salah satu fenomena bentuk bacaan huruf lam adalah ketika lam tersebut berada dalam lafaz Allah, yang dikenal sebagai lam jalalah. Dalam hal ini, penting untuk memahami cara membaca lafadz Allah didahului huruf fathah, di mana lam jalalah dibaca dengan tafkhim.

Cara Baca Lafadz Allah yang Didahului oleh Huruf yang Berbaris Fathah beserta Contohnya

Lafadz Allah yang didahului oleh huruf yang berbaris fathah maka membacanya dengan cara. Foto hanya ilustrasi, bukan yang sebenarnya. Sumber: Pexels/AAziz Hasan AY

Mengutip dari buku Quran Hadist, Muhaemin, (2006), lam jalalah adalah huruf lam yang terdapat pada lafaz Allah Swt. Cara membacanya ada dua macam, yaitu tebal dan tipis. Lafadz Allah yang didahului oleh huruf yang berbaris fathah maka membacanya dengan cara yaitu tipis.

Bacaan lafadz Allah yang didahului oleh huruf yang berbaris fathah memiliki aturan khusus dalam ilmu tajwid. Lam jalalah, ketika berada dalam lafadz Allah dan didahului oleh huruf yang berbaris fathah, harus dibaca dengan tafkhim, yaitu secara tebal dan ditekankan.

Maka membacanya dengan cara mengangkat semua lidah dan menekankannya ke langit-langit atas sambil menekankan suara yang cukup kuat. Hal ini mengisyaratkan keagungan dan kebesaran Allah Swt. dalam pengucapan lafadz-Nya.

Berikut adalah empat contoh lam jalalah yang dibaca dengan tafkhim:

Contoh 1

  • Arab: "قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ" (QS Al-Ikhlas ayat 1)

  • Dibaca: "Qul huwallāhu aḥad"

  • Penjelasan: Lam jalalah pada kata "اللهُ" dibaca dengan tafkhim karena didahului oleh huruf yang berbaris fathah pada kata sebelumnya, yaitu "هُوَ".

Contoh 2

  • Arab: "شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ" (QS Ali Imran ayat 18)

  • Dibaca: "Syahidallāhu annahụ"

  • Penjelasan: Lam jalalah pada kata "اللهُ" tetap dibaca dengan tafkhim karena sebelumnya terdapat huruf yang berbaris fathah.

Contoh 3

  • Arab: "إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ" (QS An-Nashr ayat 1)

  • Dibaca: "Iżā jā`a naṣrullāhi wal-fat-ḥ"

  • Penjelasan: Lam jalalah pada kata "اللهِ" dibaca dengan tafkhim karena didahului oleh huruf yang berbaris dhammah pada kata sebelumnya, yaitu "اللهِ".

Contoh 4

  • Arab: "رَسُولُ اللَّهِ" (QS Al-Ahzab ayat 21)

  • Dibaca: "rasụlullāhi"

  • Penjelasan: Lam jalalah pada kata "اللهِ" dibaca dengan tafkhim karena didahului oleh huruf yang berbaris dhammah pada kata sebelumnya.

Baca juga: Hukum Tajwid Surat Al-A'la Lengkap dengan Cara Membacanya

Jadi, dalam Alquran, Lafadz Allah yang didahului oleh huruf yang berbaris fathah maka membacanya dengan cara mengangkat semua lidah dan menekankannya ke langit-langit atas sambil menekankan suara yang cukup kuat. (RIZ)