Cara-Cara Menjaga Pluralisme Agama dalam Masyarakat

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia adalah negara kepulauan yang wilayahnya sangat luas. Dengan wilayah yang begitu luas ini,rakyat Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa, bahasa, dan agama. Tentu saja ada banyak sekali perbedaan yang ada. Namun sebagai manusia sudah seharusnya kita bersikap saling toleransi. Sebutkan cara-cara menjaga menjaga pluralisme agama!
Sejak kecil kita sudah diajarkan cara untuk bertoleransi. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa bertahan hidup sendirian. Tidak mungkin kita bisa bertahan hidup hanya dengan berinteraksi dengan orang-orang yang satu suku, satu bahasa, dan satu agama saja. Berikut ini cara-cara untuk menjaga pluralisme agama di Indonesia.
Cara-Cara Menjaga Pluralisme Agama
Ada enam agama yang diakui di Indonesia. Keenam agama tersebut adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Dikutip dari Merayakan Keragaman: Infografis, Mengenal Lebih Dekat Agama di Indonesia oleh Ghifarie (2018), enam agama yang ada di Indonesia semula datang dari luar Indonesia. Semua agama tersebut datang ke Indonesia disebarkan dengan penuh perdamaian, serta tanpa peperangan, pemaksaan, dan kekerasan.
Keberadaan enam agama di Indonesia tidak menjadikan bangsa ini sebagai negara berideologi agama tertentu. Meskipun terdapat mayoritas, semuanya saling menerima dan menghargai Indonesia sebagai negara milik bersama.
Dilansir dari laman kbbi.kemdikbud.go.id, arti kata pluralisme adalah keadaan masyarakat yang majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya). Jadi, pluralisme agama adalah keadaan masyarakat yang memiliki agama majemuk.
Berikut ini cara-cara menjaga pluralisme agama dalam masyarakat:
Toleransi. Dengan selalu menjunjung sikap toleransi maka semua umat beragama berbeda bisa saling hidup berdampingan tanpa menimbulkan masalah.
Menghormati. Kita harus saling menghormati. Pasti rasanya kesal sekali jika ada orang yang tidak menghormati kita. Oleh karena itu antar umat beragama juga harus saling menghormati agar bisa hidup rukun.
Tidak memaksa kehendak. Maksudnya adalah kita tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada orang lain seperti memaksa orang memeluk agama yang sama atau memaksa orang memakan makanan yang dilarang dalam agamanya.
Tolong menolong. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya. Sudah sewajarnya kita saling tolong menolong tanpa memandang agama apa yang dianut orang tersebut.
Ada begitu banyak cara-cara menjaga menjaga pluralisme agama dalam masyarakat yang bisa dilakukan. Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk mengkotak-kotakkan masyarakat. Karena sejatinya kita sama-sama manusia dan tinggal di negara yang sama. (KRIS)
