Cara Masyarakat Merayakan Idul Adha di Berbagai Wilayah Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia dikenal sebagai Negara yang kaya akan tradisi dan budaya. Beberapa tradisi bahkan telah terakulturasi dengan agama yang dianut oleh masyarakat. Seperti halnya pada beberapa daerah yang memiliki tradisi unik saat Idul Adha. Tentunya, cara masyarakat merayakan Idul Adha berbeda-beda di sesuai dengan adat yang diusung masing-masing daerah. Tradisi saat Idul Adha tersebut tentu senantiasa dirindukan bagi umat Muslim yang merayakannya. Pastinya, kamu sudah tidak sabar untuk mengetahui macam-macam cara merayakan Idul Adha tersebut, bukan? Tanpa basa-basi, ketahui penjelasannya lebih lanjut di artikel ini.
Cara Masyarakat Merayakan Idul Adha
Sejarah Idul Adha diawali saat Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengorbankan anaknya untuk disembelih. Nabi Ibrahim yang tidak meragukan ke-Esa-an Allah SWT melakukan perintah tersebut tanpa perlawanan. Berkat keikhlasan Nabi Ibrahim tersebut, Allah memerintahkan untuk menggantikan qurban tersebut dengan hewan berupa domba.
Hari Idul Adha diperingati setiap hari ke-10 bulan Zulhijah. Lalu, apa saja tradisi yang dilakukan oleh masyarakat di sejumlah daerah? Agar mengetahuinya, simak pemaparan di bawah ini:
1. Apitan (Semarang)
Apitan merupakan tradisi saat Idul Adha yang dilakukan sebagai wujud syukur atas rezeki yang dikaruniakan oleh Tuhan berupa hasil bumi. Tradisi ini umumnya dilakukan dengan membaca doa bersama yang dilanjutkan dengan arak-arakan hasil ternak dan hasil tani. Kemudian, harta bumi yang diarak tersebut akan diambil secara berebut oleh masyarakat.
2. Accera Kalompoang (Gowa)
Mengutip buku Monumen Islam di Sulawesi Selatan oleh Akin Duli, dkk (2013), Accera Kalompoang adalah tradisi Idul Adha dari Gowa yang dilakukan selama dua hari berturut-turut. Tradisi ini dilakukan dengan ritual pencucian benda bersejarah yang berasal peninggalan Kerajaan Gowa yang disimpan di Istana Balla Lompoa.
3. Grebeg Gunungan (Yogyakarta)
Grebeg Gunungan adalah tradisi Idul Adha yang tidak jauh berbeda dengan tradisi Apitan dari Semarang. Grebeg Gunungan dilakukan dengan mengarak hasil bumi mulai dari halaman Keraton dan berakhir di Masjid Gede Kauman. Gunungan hasil bumi yang diarak tersebut terdiri dari tiga gunungan yang disusun dari buah-buahan dan sayuran
4. Kaul Negeri dan Abda’u (Maluku Tengah)
Kaul Negeri dan Abda’u adalah tradisi Indonesia yang dilakukan dengan menggendong tiga kambing memakai kain oleh para pemangku adat.
Umumnya, Kaul Negeri dan Abda'u dilaksanakan sesudah sholat Idul Adha. Kambing tersebut lalu diarak mengelilingi desa sembari diiringi takbir dan sholawat. Selepas Ashar, kambing tersebut disembelih oleh masyarakat.
Setelah menyimak penjelasan tentang cara masyarakat merayakan Idul Adha di atas, dapat dipahami bahwa Indonesia merupakan Negara yang kaya akan tradisi dan budaya yang diakulturasikan dengan aktivitas keagamaan. terlepas dari berbagai cara yang berbeda-beda tersebut, tujuan perayaan hari raya Idul Adha oleh umat Muslim tetap sama, yakni untuk merayakan hari besar tersebut dengan penuh khidmat dan suka cita. (DLA)
