Konten dari Pengguna

Cara Membedakan Berita Baik dan Berita Palsu Menggunakan Literasi Media

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bagaimana cara membedakan berita baik dan berita palsu, sumber: unsplash/PradamasGiffary
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bagaimana cara membedakan berita baik dan berita palsu, sumber: unsplash/PradamasGiffary

Bagaimana cara membedakan berita baik dan berita palsu? Wawasan ini perlu diketahui karena saat ini marak informasi hoaks yang tersebar di internet. Seperti yang diketahui, sejak adanya internet, mencari informasi apa pun menjadi sangat mudah.

Sayangnya, banyak orang yang membaca dan menelan informasi secara mentah-mentah tanpa ditelaah terlebih dahulu. Oleh karena itu, penting sekali membedakan berita baik dan berita palsu saat berselancar di internet.

Cara Membedakan Berita Baik dan Berita Palsu

Ilustrasi Bagaimana cara membedakan berita baik dan berita palsu, sumber: unsplash/PradamasGiffary

Cara membedakan berita baik dan berita palsu bisa dilakukan menggunakan literasi media. Mengutip buku Literasi Media dan Peradaban Masyarakat, Nurudin, dkk (2020), literasi media adalah kecakapan seseorang dalam mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengomunikasi isi pesan dalam media. Adapun tata cara mengenal berita baik dan palsu yakni sebagai berikut:

1. Membaca Informasi di Situs Tepercaya

Salah satu upaya membedakan berita baik dan palsu adalah dengan mengecek situs yang menerbitkannya. Umumnya, situs tepercaya atau media mainstream tidak akan menayangkan berita yang sifatnya hoaks atau palsu. Situs tepercaya tentu menerapkan kode etik jurnalistik dalam setiap penerbitan beritanya.

2. Menelusuri Sumber Pertama

Berita palsu umumnya dibuat dengan menambah atau mengurangi informasi yang tidak sesuai dengan kehidupan nyata. Berita baik umumnya dibuat dengan menyertakan bukti yang ada di lapangan secara langsung.

3. Mencari Tahu Kebenaran Foto

Berita baik dan berita palsu juga bisa dibedakan melalui foto yang diunggah. Berita palsu umumnya memakai foto palsu, baik itu foto yang mirip dengan berita asli atau foto yang telah diedit sedemikian rupa. Adapun kualitas foto pada berita baik tidak perlu diragukan lagi karena pastinya disesuaikan dengan fakta di lapangan.

4. Memperhatikan Gaya Penulisan

Berita baik umumnya menerapkan kaidah kepenulisan jurnalistik yang objektif. Dengan kata lain, berita tersebut ditulis sesuai dengan kebenaran dan tidak terlihat memihak kubu tertentu. Sementara itu, berita palsu lebih terkesan provokatif dan menyudutkan salah satu pihak dengan ujaran yang sarkas.

Baca juga: Santri Harus Bisa Literasi Media, Kenapa?

Cara membedakan berita baik dan berita palsu yang dijelaskan di atas adalah praktik literasi media yang harus diterapkan. Dengan begitu, masyarakat tidak akan mudah termakan isu-isu provokatif dari pihak tak bertanggung jawab. (DLA)