Konten dari Pengguna

Cara Membuat dan Makna Ketupat dalam Budaya Masyarakat

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Membuat dan Makna Ketupat dalam Budaya Masyarakat, Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Cara Membuat dan Makna Ketupat dalam Budaya Masyarakat, Foto: Unsplash.

Sudah menjadi tradisi suku Jawa ketika merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan membuat ketupat. Ketupat sendiri adalah hidangan khas Jawa berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari janur atau daun kelapa yang masih muda. Biasanya kupat ini dibuat pada saat 7 hari setelah lebaran. Tradisi peninggalan nenek moyang ini penuh makna dan arti tersendiri bagi masyarakat secara turun temurun. Lalu apa saja makna ketupat dalam budaya masyarakat itu? Bagaimana cara membuatnya?

Cara Membuat dan Makna Ketupat

Cara Membuat dan Makna Ketupat dalam Budaya Masyarakat, Foto: Unsplash.

Perlu kamu ketahui, tradisi ketupat ini berawal dari penyebaran agama Islam di pulau Jawa oleh Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga sendiri merupakan salah satu tokoh Wali Songo yang berperan dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Dikutip dari laman diskominfo.kaltimprov.go.id, Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai budaya dan filosofi Jawa yang berbaur dengan nilai keislaman, di mana membaurkan pengaruh budaya Hindu pada nilai keislaman, sehingga ada akulturasi budaya antara keduanya. Akulturasi adalah percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan memengaruhi.

Sunan Kalijaga memperkenalkan Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Secara perlahan, tradisi ini melekat pada budaya masyarakat dan dilaksanakan hingga saat ini.

Apakah Anda penasaran dengan ketupat ini? Simak cara membuat dan makna ketupat di budaya masyarakat di ulasan berikut ini.

Makna Ketupat

Dikutip dari buku Makna Ayat-Ayat Al-Quran Dalam Fenomena Penyembuhan karya Farid Hasan (2019: 33), ketupat ini memiliki makna sebagai ungkapan terima kasih manusia terhadap Sang Hyang Widi (Tuhan umat Hindhu). Adapun janur yang membungkus ketupat melambangkan tolak balak.

Bagi warga bumi Reog ketupat bermakna “Kupat” dalam bahasa Jawa, dengan maksud “Ngaku lepat,” yang artinya mengakui kesalahan. Ketupat berasal dari kata “Kupat” dan memiliki arti ganda yakni ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan). Empat tindakan yang dimaksudkan antara lain: luberan (melimpahi), leburan (melebur dosa), lebaran (pintu ampunan terbuka lebar) dan laburan (menyucikan diri).

  1. Lebaran memiliki arti seolah menyatakan bahwa, memakan ketupat maka artinya waktu puasa sudah selesai dan pintu maaf dan ampunan terbuka begitu lebar.

  2. Luberan atau Luber yaitu, melimpah, dapat diartikan sebagai kepedulian sesama manusia dengan cara saling berbagi. Biasanya ketupat juga dibagikan ke tetangga terdekat.

  3. Leburan berarti melebur atau habis, dimaksudkan ketika Idul Fitri maka segala dosa dan kesalahan kita akan diampuni. Karena dalam Islam, diwajibkan untuk saling memaafkan antara satu sama lain.

  4. Laburan yang artinya kapur, kapur selalu meninggalkan jejak putih. Hal tersebut seolah mengajarkan kepada kita untuk berbuat baik pada sesama dan selalu menjaga kesucian lahir dan batin sesuai perintah Agama.

Cara Membuat Ketupat

  1. Siapkan beras, sesuaikan dengan besar ketupat. Cuci bersih seperti akan memasak nasi, beri garam secukupnya dan aduk rata.

  2. Siapkan kulit ketupat yang sudah dicuci, buka ujungnya. Masukkan beras dengan sendok. Isi hingga setengah ketupat jika beras pera, apabila beras pulen isi hingga 2/3 bagian. Bila ingin ketupat agak empuk atau lembek, kurangi isinya.

  3. Rapikan kembali. Setelah selesai, ikat menjadi satu agar mudah dimasukkan.

  4. Didihkan air, panci ditutup agar air cepat mendidih.

  5. Masukkan ketupat, pastikan semua ketupat terendam air. Rebus selama 15 menit dengan api besar dan panci tertutup.

  6. Setelah 15 menit, matikan kompor. Diamkan selama 30 menit. Tutup panci tidak boleh dibuka.

  7. Rebus kembali ketupat, saat air menyusut bisa ditambahkan agar semua ketupat terendam. Rebus selama 15 menit dengan api besar dan panci tertutup.

  8. Angkat lalu gantung ketupat. Biarkan hingga dingin agar lebih set saat dipotong.

Demikianlah cara membuat dan makna ketupat dalam budaya masyarakat Indonesia. Ketupat ini memiliki makna yang dalam bagi masyarakat, terutama masyarakat Jawa. Tradisi ini juga sudah dilakukan turun-menurun dan harus tetap dilestarikan terus menerus agar tidak pudar atau hilang. (UMI)