Cara Membuat Tabel Frekuensi dalam Mata Pelajaran Matematika

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara membuat tabel frekuensi dalam mata pelajaran Matematika perlu diketahui dan dipahami. Tabel frekuensi membuat siswa dapat melihat bagaimana sekumpulan data serta model populasi dari data yang didapatkan.
Mengutip dari Buku Ajar Statistika, Ig. Dodiet, dkk, (2021:2), distribusi frekuensi merupakan teknik penyusunan data dalam bentuk kelompok, mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar berdasarkan kelas-kelas interval dan kategori tertentu.
Cara Membuat Tabel Frekuensi
Bagaimana cara membuat tabel frekuensi dalam mata pelajaran Matematika? Simak caranya melalui ulasan berikut ini.
Berdasarkan buku berjudul Matematika, Marthen Kanginan, (2006:15), tabel distribusi frekuensi digunakan jika ukuran data cukup besar (n > 30).
Tabel distribusi frekuensi dibedakan menjadi dua, yaitu tabel distribusi frekuensi tunggal dan tabel distribusi frekuensi berkelompok.
Untuk data yang sangat besar, jika menggunakan tabel distribusi frekuensi tunggal, akan diperoleh tabel distribusi yang panjang. Oleh karena itu, data-data tersebut harus dikelompokkan dalam kelas-kelas sehingga diperoleh tabel distribusi frekuensi kelompok.
Langkah-langkah membuat tabel distribusi frekuensi kelompok adalah sebagai berikut:
Jangkauan data (j) ditentukan, yaitu datum terbesar dikurangi datum terkecil. j = X mak - X min.
Banyaknya kelas interval (k) ditentukan. Kelas interval adalah selang interval tertentu yang membagi data menjadi beberapa kelompok. Urutan kelas interval dimulai dari data terkecil yang disusun hingga data terbesar.
Panjang kelas interval (p) ditentukan dengan persamaan sebagai berikut: p = jangkauan/banyaknya kelas.
Batas kelas interval (batas bawah dan batas atas) ditentukan. Batas bawah kelas pertama bisa diambil sama dengan nilai datum terkecil atau nilai yang lebih kecil dari datum terkecil.
Batas bawah nyata dan batas atas nyata ditentukan. Batas bawah nyata disebut juga tepi bawab dan batas atas nyata disebut juga tepi atas.
Frekuensi dari masing-masing kelas interval ditentukan. Dalam hal ini turusnya ditentukan terlebih dahulu.
Titik tengah interval (mid point) ditentukan. Titik tengah atau nilai tengah disebut juga dengan istilah tanda kelas (class mark), yaitu nilai rataan antara batas bawah dan batas atas pada suatu kelas interval. Titik tengah dianggap sebagai wakil dari nilai- nilai datum yang termasuk dalam suatu kelas interval. Titik tengah dirumuskan oleh, Titik tengah = 1/2[batas bawah +batas atas]
Baca juga: 3 Contoh Soal Dimensi Tiga beserta Jawabannya
Demikian cara membuat tabel frekuensi yang perlu diketahui. Semoga ulasan di atas dapat membantu pembaca dalam memahami materi tersebut. (Adm)
