Cara Menentukan Tokoh Utama dan Tokoh Tambahan dalam Suatu Cerita

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jelaskan cara menentukan tokoh utama dan tokoh tambahan dalam sebuah cerita! Cara ini perlu dilakukan bagi para pembaca untuk mengenali sekaligus mengidentikasi karakter utama dalam suatu cerita.
Salah satu cara yang umum dilakukan adalah melihat frekuensi kemunculan seorang tokoh dalam bercerita. Selain itu, masih ada beberapa cara lainnya yang dapat dilakukan untuk mengenali tokoh utama yang berperan dalam cerita.
Cara Menentukan Tokoh Utama dan Tokoh Tambahan dengan Langkah Mudah
Dikutip dari dalam buku berjudul Yuk, Ungkap Idemu Melalui Teks Persuasi hingga Teks Tanggapan, Minarni Try Astuti (2019: 2), fiksi adalah cerita rekaan. Cerita fiksi dapat didefinisikan sebagai jenis cerita yang isinya bersumber dari imajinasi pengarang.
Cerita fiksi adalah cerita atau kejadian yang tidak terjadi sebenarnya. Terdapat beberapa jenis bacaan fiksi antara lain seperti cerita anak, dongeng, novel, cerita pendek atau cerpen, fabel, komik, cerbung (cerita bersambung), roman, cerpen (cerita pendek), dan cergam (cerita bergambar).
Dalam sebuah cerita terdapat tokoh utama dan tokoh pendukung di dalamnya. Untuk mengetahui cara membedakannya, dibutuhkan beberapa kriteria yang harus diperhatikan.
Mengutip buku berjudul Buku Ajar Apresiasi Prosa Indonesia, Dina Ramadhanti (2018: 50), berdasarkan fungsinya dalam cerita, tokoh dibedakan menjadi tokoh sentral dan tokoh bawahan.
Tokoh sentral adalah tokoh yang menduduki sebagai pemeran utama dalam cerita. Biasanya tokoh sentral dibedakan menjadi tokoh protagonis, antagonis, dan wirawan.
Tokoh utama selalu sentral kedudukannya dalam cerita. Hal ini dibuktikan dengan tokoh utama menjadi pusat sorotan dalam suatu cerita. Untuk dapat menentukan tokoh utama dalam sebuah cerita dapat dilakukan dengan memerhatikan kriteria tertentu, antara lain:
Tokoh utama terlihat dari frekuensi kemunculannya dalam suatu cerita yang lebih sering, dibandingkan dengan tokoh tambahan
Tokoh utama intensitas keterlibatan tokoh dalam peristiwa yang membangun cerita cukup tinggi, sedangkan tokoh tambahan tidak.
Tokoh utama biasanya banyak berhubungan dengan tokoh lainnya meskipun tidak semua tokoh pendukung berhubungan langsung dengan pemeran utama, namun tokoh tambahan tidak.
Tokoh utama paling banyak menyita waktu penceritaan, sedangkan tokoh tambahan lebih sedikit
Tokoh utama biasanya disebutkan dalam judul cerita sedangkan tokoh tambahan tidak
Baca juga: Puncak Konflik: Bagian Menegangkan dalam Struktur Novel Sejarah
Demikian cara menentukan tokoh utama dan tokoh tambahan dalam cerita yang menarik untuk diketahui. Semoga bermanfaat. (DAP)
