Konten dari Pengguna

Cara Mengatur Perencanaan Keuangan bagi Pekerja Lepas

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Mengatur Perencanaan Keuangan Bagi Pekerja Lepas, Foto: Unsplash/utah778.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Mengatur Perencanaan Keuangan Bagi Pekerja Lepas, Foto: Unsplash/utah778.

Pekerja lepas atau freelancer memiliki keuntungan tersendiri, yaitu jam kerja dan tempatnya fleksibel. Namun, harus mengetahui cara mengatur perencanaan keuangan bagi kerja lepas agar tidak boros.

Penghasila para pekerja lepas ini sifatnya tidak tetap, dan risiko kehilangan pendapatan juga cukup tinggi. Sehingga memiliki perencanaan keuangan sangatlah penting. Perencanaan keuangan ini bisa digunakan untuk mencapai tujuan hidup secara terintegrasi dan terencana.

Cara Mengatur Perencanaan Keuangan untuk Pekerja Lepas

Ilustrasi Cara Mengatur Perencanaan Keuangan Bagi Pekerja Lepas, Foto: Unsplash/artisteer.

Dikutip dari buku Perencanaan Keuangan untuk Semua Kalangan karya Ian Renassa dkk (2022: 6), setiap fase kehidupan butuh penanganan dan perencanaan keuangan yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, membuat perencanaan keuangan sangatlah penting. Tidak hanya bagi orang yang bekerja di kantor, tetapi seorang pekerja lepas juga harus membuat perencanaan keuangan agar tahu mengenai pengeluaran dan pemasukannya.

Pekerja lepas atau freelancer harus bisa mengelola keuangannya. Berikut adalah cara mengatur perencanaan keuangan bagi pekerja lepas.

1. Usahakan Pengeluaran Tetap Stabil

Meskipun pemasukan bisa datang dari berbagai pendapatan, tetapi perlu hindari pengeluaran besar yang sebenarnya bukan bersifat kebutuhan utama dan pastikan pengeluaran stabil setiap bulannya.

Lakukan pencatatan pengeluaran dengan rincian seperti di bawah ini, baik secara bulanan atau tahunan.

  • Pengeluaran wajib, seperti membayar pajak dan utang.

  • Pengeluaran untuk kebutuhan pokok, seperti makanan dan minuman, hingga kebutuhan operasional rumah sehari-hari.

  • Pengeluaran untuk memenuhi tujuan finansial, seperti investasi (jangka panjang dan pendek).

  • Pengeluaran untuk proteksi, seperti pembayaran premi asuransi.

  • Pengeluaran yang bersifat keinginan, seperti pengeluaran untuk gaya hidup, hobi, traveling, layanan streaming, dan lain sebagainya.

2. Siapkan Tabungan dan Dana Darurat

Penghasilan seorang freelancer setiap bulannya cenderung tidak stabil. Oleh karena itu, perlu disiplin yang tinggi untuk menyisihkan pendapatannya pada pos tabungan maupun dana darurat.

Pasalnya, freelancer memiliki potensi risiko yang lebih besar untuk kehilangan pendapatan daripada karyawan kantoran (pegawai tetap). Oleh karena itu, ada baiknya bagi para freelancer untuk menyediakan tabungan dan dana darurat yang lebih besar ketimbang karyawan yang memiliki penghasilan tetap per bulan.

3. Memiliki Jaminan Kesehatan

Dalam sebuah riset disebutkan bahwa kenaikan biaya kesehatan di Indonesia mencapai 10% per tahun. Melihat biaya kesehatan yang terus naik, maka sangat berisiko bila tidak memiliki jaminan kesehatan.

4. Melakukan Investasi

Jika dilihat dari imbal hasilnya, investasi dibedakan menjadi dua. Pertama, investasi yang memberikan pendapatan tetap berupa pembayaran imbal hasil pasti berupa bunga rutin per bulan.

Kedua, instrumen pertumbuhan yang tak memberikan bunga tapi memberikan capital gain ketika dijual lagi.

Baca Juga: Mengenal Undang-Undang yang Mengatur Tentang Pengelolaan Keuangan Negara

Itulah beberapa cara mengatur perencanaan keuangan bagi pekerja lepas. Catatlah perencanaan jangka panjang dan pendek agar lebih mudah mengetahui pemasukan dan pengeluarannya. (Umi)