Konten dari Pengguna

Cara Mengendalikan Hama Tungau Merah pada Singkong

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Mengendalikan Hama Tungau Merah Pada Singkong, Foto: Unspalsh/jess311.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Mengendalikan Hama Tungau Merah Pada Singkong, Foto: Unspalsh/jess311.

Sebagian besar hama penyerang tanaman singkong adalah serangga atau insekta, kecuali tungau merah yang termasuk kelas Acarina. Cara mengendalikan hama tungau merah pada singkong cukuplah mudah.

Salah satunya dengan penggunaan varietas tahan dan sanitasi lingkungan. Dengan memanfaatkan hal tersebut, para petani tidak perlu mengeluarkan uang yang terlalu banyak. Sehingga dapat menghemat pengeluaran.

Cara Mengendalikan Hama Tungau Merah pada Singkong dengan Mudah

Ilustrasi Cara Mengendalikan Hama Tungau Merah Pada Singkong, Foto: Unspalsh/ANIDA ARIPIN.

Dikutip dari buku Hama, Penyakit, dan Gulma pada Tanaman Ubi Kayu karya Nasir Saleh dkk (2013: 2), gejala serangan tungau merah (Tetranychus urticae) diawali dengan terlihatnya spot (bercak) kuning sepanjang tulang daun pada daun-daun bawah dan tengah.

Bercak tersebut kemudian menyebar ke seluruh permukaan daun sehingga daun berwarna kemerahan, coklat atau seperti karat. Berawal dari basal daun, daun-daun yang terserang parah akhirnya kering, dan terjadi kerontokan seluruh daun.

Cara mengendalikan hama tungau merah pada singkong ini cukuplah mudah, antara lain sebagai berikut:

  • Menanam varietas tahan: Adira-4.

  • Menyemprokan air beberapa kali agar tungau larut tercuci bersama air.

  • Menanam seawal mungkin pada musim penghujan.

  • Pengendalian biologi: beberapa pemangsa berpotensi untuk mengendalikan tungau merah antara lain dari famili Coccinellidae (Ste- thorus sp., Chilomenes sp. dan Verania sp.), Staphylinidae (Oligota minuta), Cecidomyiidae, Thysanoptera, Phytoseidae (Typhlodromus limonicus, T. rapax) dan Anthocoridae (Orius insiduous).

  • Pengendalian secara kimiawi.

Bioekologi Tungau Merah

Ilustrasi Cara Mengendalikan Hama Tungau Merah Pada Singkong, Foto: Unspalsh/jess311.

Tungau betina meletakkan telur pada permukaan daun bagian bawah dekat tulang daun, dan bila populasinya melimpah, telur akan diletakkan secara acak.

Kepadatan populasi tungau dan produksi telur akan meningkat dengan adanya periode kering, pertumbuhan daun baru, dan meningkatnya jumlah klorofil.

Serangan tungau biasanya terjadi pada musim kemarau (bulan Juni– Agustus). Sebaliknya populasinya akan menurun selama dan setelah musim hujan. Telur berbentuk bulat dengan diameter 0,04 mm, berwarna bening, dan berumur 2–4 hari.

Setelah telur menetas, nimfa muda berwarna putih muncul. Nimfa masih mempunyai tiga pasang kaki dan disebut protonimfa.

Fase protonimfa berlangsung antara 1–4 hari, setelah itu protonimfa berubah warna dari putih menjadi agak oranye kemerahan dan kakinya menjadi 4 pasang, fase ini disebut deutonimfa.

Umur deutonimfa berkisar antara 2–6 hari. Imago (dewasa) betina terjadi setelah mengalami fase preoviposisi sekitar 1–6 hari. Imago betina umum- nya agak bulat, sedang yang jantan lebih ramping.

Tungau dewasa berukuran panjang ± 0,5 mm, berwarna merah dengan spot kehitaman pada kedua sisi tubuhnya, dan mempunyai 4 pasang kaki. Tungau betina dapat hidup sampai empat minggu.

Baca Juga: Bioteknologi yang Dapat Memenuhi Kebutuhan Daya Tahan Hama dan Penyakit

Itulah cara mengendalikan hama tungau merah pada singkong. Kesimpulannya, petani bisa mencoba dengan varietas tahan hingga sanitasi lingkungan. (Umi)