Konten dari Pengguna

Cara Mengetahui Kehidupan Zaman Pra Aksara Secara Metodologis

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara mengetahui kehidupan zaman praaksara secara metodologis, sumber foto Narciso Arellano on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara mengetahui kehidupan zaman praaksara secara metodologis, sumber foto Narciso Arellano on Unsplash

Zaman praaksara merupakan zaman dimana manusia belum mengenal tulisan, dimana manusia pada masa itu masih sangat primitif dan bergantung pada alam dalam melakukan berbagai kegiatan sehari-hari. Bahkan mereka masih hidup berpindah-pindah, namun lambat laun kehidupan masyarakat mulai berkembang sampai bisa seperti ini. Lalu secara metodologis kita dapat mengetahui kehidupan jaman pra aksara adalah dengan mempelajari peninggalannya misalkan fosil atau artefak. Berikut adalah penjelasannya untuk kalian semua.

Baca juga: Penjelasan Bentuk Benda Kjokkenmoddinger dan Fungsinya

Zaman Praaksara, Zaman Manusia Belum Kenal Tulisan

Ilustrasi cara mengetahui kehidupan zaman praaksara secara metodologis, sumber foto Trnava University on Unsplash

Mari kita mulai pembahasan dengan mengenal apa yang dimaksud dengan zaman praaksara, dikutip dari Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas 7 karya Bambang Puji Raharjo dan Nurul Hidayati, 2019) dijelaskan bahwa masa praaksara atau sering disebut masa prasejarah adalah masa sebelum manusia mengenal adanya tulisan. Nama lain zaman ini adalah Nirleka (dari kata Nir tidak, dan lekha: aksara).

Manusia yang hidup pada masa ini dikenal dengan sebutan manusia purba. Mengapa tulisan menjadi pembatas waktu masa praaksara? Aksara atau tulisan adalah hasil kebudayaan manusia yang memiliki fungsi sebagai alat berkomunikasi dan membaca tentang sesuatu. Sekelompok manusia yang telah mengenal tulisan, biasanya meninggalkan kebudayaan berupa catatan-catatan tertulis kepada generasi berikutnya.

Catatan tersebut dapat berupa batu bertulis (prasasti) dan naskah-naskah kuno. Dari catatan tertulis, kita dapat mengetahui kehidupan masyarakat pada zaman dahulu. Dengan demikian, penemuan aksara merupakan bukti penting untuk mengetahui suatu peradaban.

Masa praaksara iní berlangsungS sangat lama, yakni dari sejak manusia ada di muka bumi sampai manusia mengenal adanya tulisan. Masa setelah manusia mengenal tulisan disebut dengan masa sejarah. Masa praaksara di Indonesia berakhir pada awal abad ke-5 M (400 M), yang ditandai dengan ditemukannya prasasti yupa peninggalan Raja Mulawarman dari Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur.

Secara metodologis kita dapat mengetahui kehidupan zaman praaksara adalah dengan mempelajari beberapa peninggalan dari zaman tersebut. Untuk sumber informasi yang dapat membantu mempelajari zaman praaksara diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang sudah lama membatu karena tertimbun tanah berjuta-juta tahun lamanya. Fosil ditemukan dengan cara menggali tanah. Fosil yang dapat digunakan sebagai petunjuk mengenai kehidupan pada zaman praaksara disebut fosil pandu.

  2. Artefak adalah alat-alat yang digunakan manusia purba guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

  3. Kjokkenmoddinger atau dapur sampah adalah sisa-sisa makanan manusia purba yang berupa kulit kerang dan tulang-tulang ikan yang sudah lama membatu yang menggunung atau membentuk bukit.

Demikian adalah pembahasan mengenai zaman praaksara dan sumber informasi untuk mengetahui bagaimana cara mengetahui kehidupan pada masa itu. (WWN)