Cara Menggunakan Jangka Sorong dan Bagian-bagiannya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menggunakan jangka sorong penting untuk diketahui agar kita bisa melakukan pengukuran secara tepat.
Jangka sorong adalah alat ukur panjang yang memiliki batas ukur 10 cm, dan mempunyai ketelitian sebesar 0,1 mm atau 0,01 cm (Agustiana dan Ika, Konsep Dasar IPA : 2013).
Cara menggunakan jangka sorong
Sebelum menggunakan jangka sorong, kita harus mengenal terlebih dahulu bagian-bagian jangka sorong berikut ini:
Skala utama, merupakan pembagian vernier untuk memperoleh pengukuran yang akurat.
Skala vernier (nonius), adalah pembagian sama panjang yang ditandai dengan satuan pengukuran pada jangka sorong.
Rahang tetap, merupakan bagian runcing di ujung penggaris yang menyokong benda yang akan diukur. Rahang tetap adalah tempat dimana benda diletakkan.
Rahang gerak, merupakan bagian runcing diujung vernier yang dapat bergeser sepanjang penggaris ke objek yang diukur.
Kunci peluncur, yang memiliki fungsi menjaga pengukuran dan skala tak berubah-ubah.
Kunci penggerak halus, berfungsi untuk mengatur posisi rahang secara halus.
Ruler (ekor) yakni peralatan berskala di ujung rahang untuk mengukur ketebalan atau kedalam sebuah benda. (Corbell dan Archambault, 2011:700).
Setelah mengetahui bagian jangka sorong, berikut ini adalah cara menggunakan jangka sorong:
Pastikan skala dalam posisi nol
Tutup rapat rahang tetap dan rahang geser
Letakan benda tepat di bagian tengah ukur
Putar kunci peluncur untuk mengunci skala pada jangka sorong agar tak berubah posisi
Lepaskan benda yang telah diukur dari jangka sorong
Baca ukuran pada skala utama dan nonius dalam jangka sorong. Cari garis angka yang segaris antara skala utama dan skala kecil (nonius) untuk mengetahui hasil pengukuran menggunakan jangka sorong.
Baca Juga: Fungsi Jangka Sorong serta Cara Membacanya
Itulah cara menggunakan jangka sorong beserta bagian-bagiannya. Semoga berguna. (Adelliarosa/RA)
