Konten dari Pengguna

Cara Menghindari Sifat Qaswah Al Qalb yang Bisa Membinasakan Manusia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menghindari Sifat Qaswah Al Qalb, Foto: Unsplash/Burak Sür.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menghindari Sifat Qaswah Al Qalb, Foto: Unsplash/Burak Sür.

Sifat qaswah al qalb memiliki arti kekerasan hati atau tidak dapat membuka hati terhadap kebenaran. Umat muslim harus mengetahui cara menghindari sifat qaswah al qalb agar dapat melindungi dan membentengi diri dari pengaruh negatif.

Hati yang keras membuat seseorang sulit menerima nasihat, enggan bertaubat, dan acuh terhadap perintah agama. Jika dibiarkan, sifat ini dapat mengikis keimanan secara perlahan dan menjadikan seseorang lalai dari kewajiban sebagai hamba.

Cara Menghindari Sifat Qaswah Al Qalb

Ilustrasi Cara Menghindari Sifat Qaswah Al Qalb, Foto: Unsplash/FOTOKITA.

Dikutip dari buku Epistemic Closure Of The Heart karya Thoriq Aziz, S.Pd., Lc., M.Pd. (2025: 99), qaswah al-qalb yaitu kekerasan hati yang menghalangi aliran cahaya Ilahi yang seharusnya dapat menuntun mereka pada kebenaran.

Orang yang hati dan jiwanya tertutup oleh kekotoran batin akan kehilangan kemampuan untuk mendengar dengan jiwa. Meski wahyu dan petunjuk Allah selalu ada, mereka tetap tidak mampu merasakannya.

Oleh karena itu penting untuk mengetahui cara menghindari sifat qaswah al qalb. Berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan agar terhindari dari sifat qaswah al qalb.

1. Merenungi Al-Qur’an Secara Rutin

Salah satu cara paling ampuh untuk melembutkan hati adalah dengan membaca Al-Qur’an secara teratur sambil memaknai isinya. Al-Qur’an memiliki kekuatan untuk menyucikan hati dan menghilangkan sifat keras.

Dalam Surah Al-Anfal ayat 2, Allah menyatakan bahwa orang-orang beriman yang hatinya tersentuh oleh bacaan Al-Qur’an akan lebih khusyuk dalam beribadah.

2. Menjaga Pola Makan dengan Bijak

Mengonsumsi makanan secara seimbang dan tidak berlebihan sangat penting untuk kesehatan fisik dan batin. Perut yang terlalu kenyang bisa membuat hati menjadi tidak peka.

Oleh karena itu, Imam al-Qusyairi menyarankan untuk tidak makan secara berlebihan agar hati tetap lembut dan terjaga.

3. Bangun di Sepertiga Malam untuk Ibadah

Waktu malam, terutama saat mayoritas orang tertidur, adalah momen istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah. Menghidupkan malam dengan ibadah dapat menumbuhkan kesadaran spiritual dan mencegah kekerasan hati.

4. Tawadhu’ di Hadapan Allah

Sifat sombong dan kurangnya kesadaran diri sering kali menjadi penyebab hati menjadi keras. Dengan bersikap rendah hati, memohon dengan sungguh-sungguh, dan memperbanyak doa terutama pada waktu-waktu yang mustajab, seseorang bisa menjaga kelembutan hati dan membuka diri terhadap hidayah Allah.

5. Berada dalam Lingkungan yang Baik

Teman dan lingkungan sangat memengaruhi kondisi hati. Berinteraksi dengan orang-orang saleh yang taat pada ajaran agama dapat menularkan kebaikan, memberi nasihat yang membangun, serta membantu menjaga hati tetap lembut dan bersih dari kekerasan batin.

Baca Juga: Apakah Boleh Niat Puasa Asyura pada Siang Hari? Ini Hukumnya

Jadi, cara menghindari sifat qaswah al qalb yaitu mendalami Asmaul Husna, membaca Al-Qur'an sambil merenung, hingga menjaga konsumsi makanan halal. (Umi)