Cara Menghitung dan Contoh Soal Angka Kelahiran Kasar

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh soal angka kelahiran kasar digunakan sebagai cara untuk menghitung tingkat kelahiran di suatu wilayah. Pengertian angka kelahiran adalah bilangan yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir hidup dari setiap seribu penduduk dalam satu tahun. Umumnya, angka kelahiran dihitung dengan jumlah kelahiran hidup per seribu penduduk setiap tahunnya.
Baca Juga: Mengenal Benua dengan Angka Kelahiran Terendah di Bumi
Cara Menghitung dan Contoh Soal Angka Kelahiran Kasar Secara Umum
Angka kelahiran kasar atau yang dikenal juga dengan sebutan Crude Birth Rate (CBR) adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran tiap 1.000 penduduk setiap tahun. Mengutip dari buku Sikat Habis Teori dan Rumus IPA SMP Kelas VII, VIII, IX, Tim Grasindo, 2015, contoh soal angka kelahiran kasar bisa diselesaikan dengan tepat dan akurat bila menggunakan rumus mencari angka kelahiran kasar. Perhitungan ini penting karena berpengaruh pada pertambahan jumlah penduduk.
Rumus Mencari Angka Kelahiran Kasar/Crude Birth Rate (CBR)
Rumus untuk menghitung angka kelahiran kasar secara umum adalah:
CBR = L/P x K
Keterangan:
L = jumlah kelahiran bayi yang lahir pada tahun tertentu
P = jumlah penduduk pada pertengahan tahun
k = konstanta (1.000)
Contoh soal Angka Kelahiran Kasar Secara Umum
Berikut contoh soal angka kelahiran kasar sekaligus dengan penyelesaiannya.
1. Di suatu daerah, diketahui bahwa jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2020 adalah 7.240.000. Diketahui pula jumlah kelahirannya adalah 965.000 jiwa. Hitunglah angka kelahiran kasarnya!
Jawab:
L = 965.000
P = 7.240.000
CBR = L/P x K
CBR = 965.000/7.240.000 x 1000
CBR = 133
Jadi CBR wilayah tersebut sebesar 133 bayi/1000 wanita.
Faktor yang Memengaruhi Angka Kelahiran
Sebenarnya, angka kelahiran atau natalitas di suatu wilayah, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah:
Anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki
Sifat alami manusia yang ingin melanjutkan keturunan
Adanya pernikahan usia dini (usia muda)
Adanya anggapan bahwa anak laki-laki lebih tinggi nilainya, jika dibandingkan dengan anak perempuan. Jadi, ada keluarga yang ingin mencoba terus sampai mendapatkan anak laki-laki.
Adanya penilaian yang tinggi terhadap anak, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak akan berupaya bagaimana supaya memiliki anak
Demikian ulasan singkat mengenai cara menghitung dan contoh soal angka kelahiran kasar secara umum. Semoga bisa dipahami. (DNR)
