Cara Menghitung Keseimbangan Titik Buhul yang Benar dan Tepat

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Titik buhul merupakan salah satu materi yang wajib dipelajari bagi seseorang yang sedang belajar tentang mekanika rekayasa struktur rangka batang. Apalagi ada beberapa cara menghitung keseimbangan titik buhul yang wajib dikuasai.
Tanpa adanya pemahaman tentang cara menghitung yang benar dan tepat, maka seseorang tidak akan bisa membuat rekayasa struktur rangka batang dengan tepat. Pada akhirnya, rekayasa struktur yang dibuat justru tampak tidak simetris atau bahkan tidak berbentuk.
Tata Cara Menghitung Keseimbangan Titik Buhul
Mengutip dari Mekanika Rekayasa Lanjutan Struktur Statis Tak Tentu, Moh. Nur Sholeh (2023), berikut ini adalah beberapa tata cara menghitung keseimbangan titik buhul dengan benar dan tepat.
1. Metode Keseimbangan Titik Buhul
Menguraikan gaya-gaya batang menjadi dua arah yang tegak lurus.
Menghitung reaksi tumpuan (RAV dan RBV) akibat pembebanan yang diberikan.
Memberikan nama batang dan titik buhul agar lebih mudah membedakan dalam perhitungan.
Membuat perjanjian tanda. Misalnya, tanda negatif sebagai batang tekan dan tanda positif sebagai batang tarik.
Menghitung gaya batang dimulai dari titik buhul yang maksimal gaya batangnya hanya dua gaya batang yang tidak diketahui.
Melanjutkan perhitungan ke titik buhul lainnya dengan syarat hanya dua gaya batang maksimum yang diketahui pada titik buhul.
Pada perhitungan setiap titik buhul, dibuat asumsi awal di mana semua gaya batang arahnya menjauhi titik buhul yang dihitung.
Apabila hasilnya bernilai positif, maka disebut batang tarik. Sedangkan jika hasilnya bernilai negatif, mata disebut batang tekan.
Menyimpulkan hasil perhitungan gaya batang pada tabel agar memudahkan melihat hasilnya secara keseluruhan.
2. Metode Potongan atau Ritter
Menghitung reaksi pada tumpuan.
Potongan yang dibuat sebaiknya tidak lebih dari tiga gaya batang yang tidak diketahui. Tujuannya agar mempermudah dalam menentukan batang tarik dan batang tekan.
Memilih titik pusat momen sedemikian sehingga hanya sebuah gaya yang belum diketahui besarnya dan gaya tersebut tidak terlewati pusat momen yang dipilih.
Dimisalkan setiap gaya batang pada potongan dengan arah meninggalkan titik buhul di setiap perhitungan yang dilakukan.
Apabila hasilnya bernilai positif, maka disebut batang tarik. Sedangkan jika hasilnya bernilai negatif, mata disebut batang tekan.
3. Metode Grafis atau Cremona
Menghitung reaksi tumpuan terlebih dahulu.
Memberikan nama pada setiap batang dan titik buhul.
Memberikan tanda pada setiap batang, apakah batang tersebut merupakan batang tekan atau batang tarik, dengan melihat lendutan akibat pembebanan yang diberikan.
Membuat skala dalam menentukan arah penggambaran.
Memulai melukiskan gaya batang dari titik buhul yang maksimum besar gaya batangnya hanya dua batang yang tidak diketahui yang umumnya dimulai dari titik tumpuan.
Urutan dalam melukiskan gaya batang dibuat searah jarum jam.
Pada saat menentukan besarnya gaya batang berprinsip bahwa resultan seluruh gaya luar dan gaya dalam = 0.
Saat melukiskan arah gaya batang harus sejajar dengan batang yang dihitung gayanya.
Baca Juga: Cara Menghitung Kecepatan Benda dan Contohnya
Itu dia tiga cara menghitung keseimbangan titik buhul yang bisa dipelajari. Semoga informasi ini bermanfaat. (Anne)
