Cara Mengurus Jenazah Sesuai Syariat Islam dari Memandikan Hingga Mengkafani

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam agama Islam, apabila terdapat seseorang yang meninggal dunia, maka orang-orang di sekitar harus mengurusnya hingga dikuburkan. Maka dari itu, setiap Muslim perlu mengetahui cara mengurus jenazah dengan benar.
Dengan begitu, jenazah dapat terurus dan sebagai bentuk kepedulian antara sesama manusia. Selain itu, mengurus jenazah juga dapat meringankan beban keluarga yang dirundung kesedihan.
Baca Juga: Hukum Mengurus Jenazah bagi Setiap Muslim
Cara Mengurus Jenazah Sesuai Syariat Islam dari Memandikan Hingga Mengkafani
Dr. Marzuki, M.Ag. dalam jurnal Perawatan Jenazah (2021: 2), terdapat beberapa hal harus dilakukan untuk mengurus jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, mensalatkan, dan mengkuburkan.
Memandikan Jenazah
Memandikan jenazah bagi seorang Muslim adalah fardu kifayah. Meski demikian, jenazah tidak wajib dimandikan apabila dalam pertempuran.
Orang yang memandikan jenazah sebaiknya dari keluarga terdekat. jika jenazah laki-laki, maka yang memandikan adalah laki-laki. Begitu pula sebaliknya, jika jenazah perempuan maka yang memandikan adalah perempuan.
Adapun cara memandikan jenazah sesuai syariat Islam yaitu:
Menaruh mayat di tempat yang tinggi supaya memudahkan mengalirnya air yang telah disiramkan ke tubuh mayat.
Melepaskan pakaian mayat lalu ditutup dengan kain agar auratnya tidak terlihat, kecuali anak kecil.
Orang yang memandikan mayat hendaknya menggunakan sarung tangan, terutama ketika menggosok aurat si mayat.
Mengurut perut si mayat dengan pelan untuk mengeluarkan kotoran-kotoran yang ada dalam perutnya, kecuali perut perempuan hamil.
Memulai membasuh anggota badan si mayat sebelah kanan dan anggota tempat wudu.
Membasuh seluruh tubuh si mayat dengan rata tiga kali, lima kali, tujuh kali, atau lebih dengan bilangan ganjil. Di antaranya dicampur dengan daun bidara atau yang sejenisnya yang dapat menghilangkan kotoran-kotoran di badan mayat, seperti sabun, sampo, dan sebagainya.
Menyiram mayit berulang-ulang hingga rata dan bersih dengan jumlah ganjil. Waktu menyiram tutuplah lubang-lubang tubuh mayit agar tidak kemasukan air.
Bersihkan rongga mulut mayit, lubang hidung, lubang telinga, kukunya, dan sebagainya.
Siramlah dengan larutan kapur barus atau cendana.
Untuk mayat perempuan setelah rambutnya diurai dan dimandikan hendaknya dikeringkan dengan semacam handuk lalu dikelabang menjadi tiga, satu di kiri, satu di kanan, dan satu di ubun-ubun, lalu ketiga-tiganya dilepas ke belakang.
Mengkafani Jenazah
Setelah mayit dimandikan, langkah selanjutnya adalah mengkafaninya. Adapun cara untuk mengkafani jenazah dengan baik yaitu:
1. Letakkan tali-tali pengikat kain kafan sebanyak 7 helai yang akan ditali pada bagian:
Atas kepala
Bawah dagu
Bawah tangan yang sudah disedekapkan
Pantat
Lutut
Betis
Bawah telapak kaki.
2. Bentangkan kain kafan dengan susunan antara lapis pertama dengan lapis lainnya tidak tertumpuk sejajar, namun tumpangkan sebagian saja, sedangkan lapis ketiga bentangkan di tengah-tengah.
3. Taburkan kapus barus yang sudah dihaluskan.
4. Letakkan kain surban atau kerudung yang berbentuk segitiga dengan bagian alas di sebelah atas.
5. Bentangkan kain baju yang sudah disiapkan. Lubang yang berbentuk belah ketupat untuk leher mayit. Bagian sisi yang digunting dihamparkan ke atas.
6. Bentangkan kain sarung di tengah-tengah kain kafan. Letak kain sarung pada bagian pantat mayit.
7. Bujurkan kain untuk menutup alat vital mayit.
8. Lalu letakkan mayit membujur di atas kain kafan dalam tempat tertutup dan terselubung kain.
9. Pasang kain untuk menutupi alat vital dan talikan pada bagian atas.
10. Tutuplah lubang hidung dan lubang telinga dengan kapas yang bulat.
11. Sedekapkan kedua tangan mayait dengan tangan kanan di atas tangan kirinya.
12. Tutuplah persendian mayit dengan kapas-kapas yang telah ditaburi kapur barus dan cendana yang dihaluskan.
13. Lipatlah kain sarung yang sudah disiapkan.
14. Ikatkan surban yang berbentuk segitiga dengan ikatan di bawah dagu.
15. Lipatkan kain kafan melingkar ke seluruh tubuh mayit selapis demi selapis sambil ditarik ujung atas kepala dan ujung bawah kaki.
16. Talikan dengan tali-tali yang sudah disiapkan.
Dengan mengurus jenazah dari memandikan hingga menguburkannya, seorang Muslim akan mendapatkan pahala layaknya dua gunung besar. Namun jika tidak ada yang mengurusnya, maka seluruh masyarakat akan mendapatkan dosa yang besar.(MZM)
