Cara Menjadi Ummatan Wasatan dalam Ajaran Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada beberapa cara menjadi ummatan wasatan yang bisa dilakukan oleh umat Islam. Ummatan wasathan merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut umat yang moderat dalam beragama.
Hal ini bisa diwujudkan dalam bentuk sikap ucapan, perbuatan, maupun saat beribadah. Dengan kata lain, ummatan wasatan mengambil jalan tengah yang ditandai dengan tidak berlebihan maupun tidak berkekurangan dalam moderasi beragama.
Cara Menjadi Ummatan Wasatan dalam Islam
Mengutip buku Menuju Islam Moderat oleh Haris Muhammad, dkk (2020), ummatan wasatan merupakan umat Muslim yang berada di posisi tengah, adil, dan teladan. Adapun cara menjadi ummatan wasatan yakni sebagai berikut.
1. Bersikap Moderat
Cara menjadi ummatan wasatan yang pertama adalah dengan mempelajari ajaran Islam melalui sumber yang sahih. Agama ini mengajarkan tentang keadilan, kedamaian, dan toleransi yang tinggi. Allah berfirman:
“Dan demikian (pula) Kami menjadikan kamu (umat Islam) ummatan wasathan (umat yang adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan manusia) dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu…” (QS. Al-Baqarah/2: 143)
Dari ayat tersebut, dapat diketahui bahwa umat Muslim yang moderat perlu mengambil jalan tengah dalam beragama. Terdapat dua sifat utama ummatan wasathan, di antaranya yaitu: (1) al-khairiyyah, berorientasi pada yang terbaik, adil, dan afdal; dan (2) al-Bainiyyah, moderat, pertengahan, dan tidak ekstrem.
2. Lakukan Segala Sesuatu dengan Maksimal
Islam tidak mengajarkan umatnya untuk menjadi yang terbaik, namun menganjurkan agar selalu berusaha semaksimal mungkin. Agama ini mengajak setiap Muslim untuk melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya, baik dalam bekerja, mencari ilmu, berhubungan sosial, maupun beribadah.
3. Menjaga Keseimbangan Duniawi dan Rohani
Agar bisa menjadi ummatan wasathan, penting sekali untuk menjaga keseimbangan duniawi dan rohani. Jangan terlalu terpaku pada urusan dunia dan melalaikan urusan akhirat, begitu pula sebaliknya.
4. Meningkatkan Toleransi
Agar bisa menjadi ummatan wasatan, penting sekali untuk bersikap toleran dan tidak merasa menjadi umat yang paling benar. Toleransi bisa diwujudkan dengan menerima keberagaman atau perbedaan sebagai anugerah.
Baca juga: Pesan yang Terkandung dalam Surat Al-Kafirun tentang Menjaga Toleransi Agama
Cara menjadi ummatan wasatan yang disebutkan di atas bisa diimplementasikan dalam kehidupan. Dengan begitu, toleransi beragama yang dijalani akan lebih seimbang, baik dunia maupun akhirat. (DLA)
