Ciri-Ciri Bangun Datar dan Contoh Soalnya dalam Matematika

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri bangun datar dipelajari dalam ilmu matematika. Seperti yang diketahui, bangun datar terdiri dari berbagai macam jenis. Masing-masing dari bangun datar tersebut memiliki ciri khas atau karakteristik tersendiri.
Dengan mengetahui ciri-ciri dari setiap bangun datar, maka luas, panjang, lebar, atau tinggi bangun datar tersebut dapat dihitung.
Ciri-Ciri Bangun Datar
Mengutip buku Dunia Matematika untuk PAUD oleh Meilida Eka Sari, dkk (2023), bangun datar merupakan bentuk dua dimensi dari bangun-bangun yang memiliki permukaan datar. Contoh bangun datar adalah segitiga, persegi, jajar genjang, dan lainnya. Berikut adalah ciri-ciri bangun datar yang dapat dipelajari:
1. Persegi Panjang
Mempunyai empat sudut siku-siku yang sama besar, yaitu 90 derajat.
Mempunyai empat sisi saling berhadapan dan sama panjang.
Mempunyai dua diagonal (garis melintang) yang saling berpotongan menjadi dua bagian sama panjang.
Mempunyai dua sumbu simetri putar.
Mempunyai dua sumbu simetri lipat.
Mempunyai sisi-sisi persegi panjang yang saling tegak lurus.
2. Persegi
Mempunyai dua diagonal yang sama panjang Mempunyai sisi-sisi yang sama panjang.
Mempunyai empat sudut siku-siku yang sama besar, yakni 90 derajat.
Mempunyai empat titik sudut.
Mempunyai empat sumbu simetri lipat.
Mempunyai empat sumbu simetri putar
3. Lingkaran
Mempunyai jarak pada tepi garis ke titik pusat yang biasa disebut dengan jari-jari atau dilambangkan r.
Mempunyai jumlah derajat lingkaran sebesar 360 derajat.
Mempunyai simetri lipat dan putar yang jumlahnya tidak terhingga.
Mempunyai satu titik pusat.
Mempunyai diameter yang membagi lingkaran Mempunyai jari-jari yang menghubungkan ke titik pusat dengan titik busur lingkaran.
Mempunyai dua sisi yang seimbang.
Mempunyai diameter yang konstan.
4. Segitiga Sama Kaki
Mempunyai dua sisi yang berhadapan sama panjang.
Mempunyai satu sumbu simetri lipat.
Mempunyai satu sumbu simetri putar.
5. Segitiga Sama Sisi
Mempunyai tiga sudut yang sama besarnya, yakni 60 derajat.
Mempunyai tiga sisi yang sama panjang
Mempunyai tiga sisi yang sama panjang
Mempunyai tiga sumbu simetri lipat.
Mempunyai tiga sumbu simetri putar.
6. Segitiga Siku-siku
Mempunyai satu sisi miring.
Mempunyai dua sisi yang saling tegak lurus.
Tidak mempunyai sumbu simetri lipat.
Tidak memiliki sumbu simetri putar.
Salah satu sudutnya, yakni sudut siku-siku sebesar 90 derajat.
Memakai rumus phytagoras dalam menentukan panjang sisi miringnya.
7. Segitiga Sembarang
Mempunyai tiga sisi yang tidak sama panjang.
Tidak Mempunyai sumbu simetri lipat.
Mempunyai tiga sudut yang besarannya berbeda.
Mempunyai satu sumbu simetri putar
8. Jajar Genjang
Mempunyai dua diagonal yang tidak sama panjang.
Tidak Mempunyai sumbu simetri putar dan sumbu simetri lipat.
Mempunyai dua pasang sisi yang saling berhadapan sama panjang dan saling sejajar.
Mempunyai empat titik sudut yang saling berhadapan sama besar sekaligus berpasangan.
Mempunyai sudut yang saling berdekatan, yakni sebesar 180 derajat.
Contoh Soal Bangun Datar
Agar lebih memahami konsep bangun datar, simak contoh soalnya di bawah ini:
1. Sebuah segitiga memiliki panjang sisi 6 cm, 8 cm, dan 10 cm. Hitunglah keliling dari segitiga tersebut!
Keliling = 6 + 8 + 10
Keliling = 24 cm
2. Terdapat sebuah persegi panjang yang memiliki panjang sisi 5 cm dan 11 cm. Hitunglah berapa kelilingnya.
Keliling = 2 x (11 + 5)
Keliling = 2 x 16
Keliling = 32 cm
Diketahui, terdapat sebuah jajar genjang yang memiliki panjang sisi alas 6 cm dan panjang sisi miring 4 cm. Hitunglah berapa keliling dari jajar genjang tersebut:
Keliling = 2 x (6 + 4)
Keliling = 2 x 10
Keliling = 20 cm
Diketahui, suatu persegi mempunyai panjang sisi 8 cm. Hitunglah keliling dari persegi tersebut.
Keliling = 4S
Keliling = 4 x 8
Keliling = 32 cm
Baca juga: Cara Menghitung Keliling Bangun Gabungan pada Bangun Datar beserta Contohnya
Ciri-ciri bangun datar dan contoh soal yang disebutkan di atas bisa dijadikan referensi untuk mencari panjang, lebar, luas, maupun tinggi dari suatu bangun datar agar lebih mudah dalam mengerjakannya. (DLA)
