Ciri-Ciri dari Masyarakat Multikultural yang Perlu Diketahui

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tuliskan ciri-ciri dari masyarakat multikultural! Ciri-ciri masyarakat multikultural adalah memiliki keberagaman. Indonesia merupakan salah satu negara multikultural yang memiliki keberagaman masyarakat dalam banyak aspek.
Sebagai negara kepulauan dengan masyarakat yang terdiri dari beragam suku bangsa membuat Indonesia sangat beragam. Ada banyak bahasa, budaya, agama, istiadat, dan lain sebagainya yang dimiliki bangsa Indonesia.
Tuliskan Ciri-Ciri dari Masyarakat Multikultural!
Dikutip dari buku Masyarakat Multikultur, Rosidi (2023: 15), masyarakat multikultural terdiri dari tiga kata, yakni masyarakat, multi, dan kultural. Masyarakat artinya adalah satu kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut sistem adat istiadat tertentu.
Sistem tersebut bersifat terus menerus dan terikat dengan perasaan bersama. Multi artinya banyak atau beraneka ragam, sedangkan kultural berarti budaya.
Jadi, masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas banyak kultur kebudayaan, disebabkan banyak suku bangsa yang memiliki struktur budaya sendiri yang berbeda dengan budaya bangsa lain.
Ada beberapa ciri-ciri yang menandakan bahwa itu adalah masyarakat multikultural. Berikut adalah jawaban atas pertanyaan, "Tuliskan ciri-ciri dari masyarakat multikultural!".
1. Keberagaman yang Berbeda
Masyarakat multikultural memiliki keberagaman yang berbeda-beda dan cukup kompleks. Tidak hanya satu atau dua keberagaman yang muncul, bahkan lebih banyak lagi.
Jika di suatu daerah ditemukan keberagaman secara agama, budaya, ras dan lain sebagainya, maka daerah tersebut rawan muncul konflik. Sebaliknya, jika masyarakat mampu melakukan kontrol, justru keberagaman yang ada semakin menguatkan satu sama lain.
2. Memiliki Norma yang Telah Disepakati Bersama
Jika di suatu wilayah memiliki keberagaman masyarakat, pasti ada norma-norma masyarakat yang diberlakukan di wilayah tersebut. Norma muncul dan lahir atas dasar musyawarah dan kesepakatan bersama.
Kesepakatan bersama ini merupakan bentuk dari konsekuensi terhadap norma yang ada. Barangsiapa yang melanggar harus siap dengan segala bentuk sanksinya.
3. Bersatu Melalui Waktu yang Lambat
Masyarakat multikultural memiliki kelemahan dalam masalah waktu. Misalnya, dalam perkumpulan komunitas atau organisasi untuk membuat perubahan bersama memakan waktu yang lama.
Hal tersebut disebabkan penyesuaian diri seseorang dengan orang lain. Masyarakat harus bisa menyatukan perbedaan antar kelompok dan saling toleransi dengan sesama anggota kelompok.
4. Perbedaan Masyarakat Memicu Konflik Sosial
Misalnya, perbedaan pada suku A dengan suku B memiliki peluang terjadinya bentrok atau perselisihan dibandingkan dengan sesama suku. Itu sebabnya pentingnya pengendalian sosial di dalam masyarakat.
Tujuannya untuk menekan dan meminimalisir pertentangan yang terjadi antar kelompok atau semacamnya. Bahkan perselisihan yang tidak segera diselesaikan, dapat membentuk stereotip negatif antar kelompok.
5. Terjadinya Dominasi Kelompok
Karakteristik yang umum ditemukan dalam masyarakat multikultural adalah terjadinya dominasi kelompok. Umumnya dominasi kelompok ini terjadi kepada kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki power lebih besar.
Baca juga: Memahami 4 Peranan Pancasila di Era Globalisasi
Itulah jawaban atas pertanyaan, "Tuliskan ciri-ciri dari masyarakat multikultural!". Semoga penjelasan di atas dapat membantu para pembaca dalam memahami topik ini. (Gin)
