Contoh Cerita Fiksi Pendek beserta Ciri-cirinya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerita fiksi dikenal sebagai salah satu jenis cerita yang bersifat tidak nyata atau hanya karangan belaka. Tak jarang, cerita fiksi digunakan sebagai materi pembelajaran bagi siswa di sekolah. Berikut ini adalah salah satu contoh cerita fiksi pendek yang dapat Anda berikan bagi siswa sebagai bahan belajar.
Baca juga: Mengenal Ciri-Ciri Cerita Fiksi dan Contohnya
Contoh Cerita Fiksi Pendek Lengkap dengan Ciri-ciri Susunannya
Genre bacaan menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pembaca sebelum memilih buku yang tepat untuk dibacanya. Terdapat banyak sekali genre bacaan yang tersedia di toko buku, salah satunya adalah cerita dengan genre fiksi. Apa itu cerita fiksi?
Cerita fiksi adalah cerita yang dibuat berdasarkan karangan penulisnya dan bersifat tidak nyata. Hal ini selaras dengan pemaparan mengenai cerita fiksi dalam buku berjudul Mengenai “Non Fiksi” yang disusun oleh Artha Vero Mitha Napitu, Bina Sari Harahap, Rahmadani (2020:9) yang menyebutkan bahwa cerita fiksi adalah sebuah karya sastra yang di dalamnya berisi tentang cerita rekaan atau yang didasari dengan angan-angan atau fantasi dan bukan sesuai dengan kejadian nyata.
Masih dalam buku yang sama, dipaparkan pula bahwa cerita fiksi dibuat hanya berdasarkan dengan imajinasi dari seorang pengarang. Imajinasi dari pengarang ini akan diolah berdasarkan dengan pengalaman, wawasan, tafsiran, kecindikiaan, dan juga penilaian terhadap berbagai macam peristiwa yang terjadi baik itu nyata maupun rekaan.
Contoh cerita fiksi antara lain seperti dongeng, novel, cerita pendek atau cerpen, fabel, dan komik, cerbung (cerita bersambung), dan lain sebagainya.
Cerita fiksi memiliki beberapa ciri-ciri yang dapat diidentifikasi, antara lain:
Sifatnya rekaan atau cenderung mewujudkan imajinasi dari pengarangnya
Dalam cerita fiksi ada kebenaran yang relatif dan tidak mutlak
Fiksi umumnya memakai bahasa dengan sifat konotatif dan bukan sebenarnya
Cerita fiksi tidak ada sistematika baku di dalamnya
Karya fiksi umumnya menyasar pada emosi dan perasaan pembaca bukan pada logikanya
Untuk memudahkan Anda mengetahui bagaimana bentuk cerita fiksi, berikut ini adalah salah satu contoh cerita fiksi pendek:
Kisah Kancil dan Buaya
Suatu hari yang cerah, si kancil mencari makan di hutan. Melihat banyak pohon yang sudah berbuah di area di seberang sungai, si Kancil ingin sekali mengambil semua buah yang ada di seberang sungai sana. Namun karena aliran air sungai yang deras, kancil kesulitan untuk menyeberang. Sungai tersebut juga menjadi tempat tinggal dari para buaya.
Tak kehabisan ide, si Kancil mencoba memanggil seekor buaya. “Hey, buaya keluarlah! Aku punya kabar gembira!” seru si Kancil. Mendengar panggilan Kancil, Buaya keluar dari persembunyiannya dan datang menghampiri Kancil. “Mau apa kau?” tanya Buaya. Kemudian kancil bercerita bahwa ia memiliki daging segar dan hendak membagikannya untuk seluruh buaya di sungai. Kancil kemudian menyuruh buaya tersebut untuk memanggil teman-temannya yang lain, agar mereka juga mendapatkan daging segar tersebut.
Mendengar kabar tersebut, Buaya gembira dan segera memanggil teman-temannya. Setelah berhasil memanggil semua teman-teman buaya tersebut, kemudian si Kancil meminta agar para buaya berbaris dengan rapi agar daging yang dibagikan adil. Tak lama, para buaya mulai berbaris membentuk jembatan sesuai dengan permintaan si Kancil.
Setelah selesai berbaris, si Kancil mulai pura-pura berhitung sambil menyeberang sungai. Sesampainya di seberang, si Kancil berkata “Sebenarnya aku tidak punya daging, aku hanya membutuhkan bantuan kalian untung menyeberang sungai ini”. Mendengar seruan itu, para buaya marah dan mencoba menangkapnya. Namun sayangnya si Kancil berlari jauh dengan cepat dari arah tepi sungai menuju hutan dengan buah-buahan yang melimpah.
Demikian penjelasan mengenai cerita fiksi beserta contoh cerita fiksi pendek untuk membantu Anda mengenal bagaimana susunan cerita fiksi. Semoga bermanfaat. (DAP)
