Contoh Dialek Bahasa Daerah Papua Barat untuk Percakapan Sehari-hari

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam dan budaya luar biasa, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas budaya masing-masing. Termasuk dalam hal bahasa, di mana masing-masing daerah biasanya memiliki bahasa khas masing-masing. Salah satunya adalah daerah Papua Barat yang memiliki bahasa tersendiri dan memiliki ciri khas yang membedakan dengan bahasa di daerah Papua lainnya. Nah, pada kesempatan kali ini akan dibahas terkait dengan contoh dialek bahasa daerah Papua Barat untuk percakapan sehari-hari.
Baca juga: Persamaan Kata Zat dalam Tesaurus Bahasa Indonesia
Contoh Dialek Bahasa Daerah Papua Barat
Dikutip dari laman resmi Kemdikbud (https://petabahasa.kemdikbud.go.id/) tekait dengan bahasa daerah papua barat ternyata ada beberapa bahasa yang berkembang. Misalnya bahasa abun yang dituturkan di Kampung Wau, Distrik Abun, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat. Menurut pengakuan penduduk, bahasa Abun juga digunakan oleh penduduk yang berada di sebelah timur, barat, dan utara Kampung Wau, sedangkan di sebelah selatan kampung Wau, penduduknya menggunakan bahasa Meyah.
Selain itu juga di daerah Papua Barat juga berkembang bahasa abun gii atau abun jii yang dituturkan di Kampung Werur, Distrik Bikar, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat. Kampung Lain yang menuturkan bahasa Abun Gii (Abun Jii) adalah kampung Baun, Bamusbama, dan Okwari.
Situasi kebahasaan menunjukkan bahwa di sebelah timur Kampung Werur berbatasan dengan Kampung Wertam dan Sausapor yang masyarakatnya merupakan penutur bahasa Abun dan di bagian sebelah barat terdapat Kampung Durbatan yang masyarakatnya merupakan penutur bahasa Kalawal.
Berikut ini contoh dialek bahasa daerah Papua Barat yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Penggunaan kata sudah sebagai kata ganti imbuhan lah. Misalnya kalian ingin berbicara 'tidurlah, jangan terlalu banyak begadang!' maka bahasa papuanya adalah 'tidur sudah, jang talalu banyak tahang mata!'.
Dalam bahasa Papua Barat kata ganti kepunyaan selalu terpisah dengan subjek dan selalu subjek yang diucapkan terlebih dahulu sebelum kata ganti kepunyaan. Misalnya 'ini rumahku maka bahasa Papuanya adalah 'ini sa pu rumah'. Contoh lainnya 'istrimu cantik sekali' bahasa Papuanya menjadi 'ko pu maitua cantik skali'.
Dalam bahasa Papua Barat kata/Imbuhan e/eh biasa digunakan untuk kata ganti yah di akhir kalimat. Misalnya 'aku kok makin gendut ya?' bahasa Papuanya menjadi 'sa macam tambah gode eh'.
Demikian adalah pembahasan terkait dengan contoh bahasa daerah papua barat yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari. (WWN)
