Contoh Intisari Ceramah Ramadhan Mengenai Malam Lailatul Qadar

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ceramah merupakan salah satu kegiatan menyampaikan informasi mengenai suatu hal di depan khalayak umum. Pada bulan Ramadhan sendiri kegiatan ceramah biasa dilakukan. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas mengenai contoh intisari ceramah Ramadhan.
Salah satu materi yang bisa disampaikan pada bulan Ramadhan 2023 ini adalah seputaran malam lailatul qadar. Di mana malam tersebut merupakan salah satu malam yang sangat istimewa bagi umat Islam.
Contoh Intisari Ceramah Ramadhan
Malam lailatul qadar merupakan malam yang wajib kalian tunggu dan tidak boleh terlewatkan pada bulan Ramadhan 2023 ini. Salah satu cara untuk mengingatkan dan juga memberi pemahaman mengenai keutamaan malam ini adalah lewat ceramah.
Berikut adalah contoh intisari ceramah Ramadhan mengenai malam lailatul qadar dikutip dari buku Materi Tausiyah Ustadz Gaul karya Ibnu Mas’ad Masjhur, (Araska Publisher) yang bisa disampaikan kepada jamaah agar tidak melewatkan kesempatan emas untuk mendulang pahala.
Bapak ibu yang saya hormati, segala puji kita panjatkan kepada Allah. Kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk hanya kepada-Nya. Oleh sebab itu, mari kita selalu bersyukur atas apa telah dikaruniakan kepada kita semua.
Selanjutnya, semoga rahmat dan keselamatan senantiasa tercurah limpah kepada Nabi Muhammad Saw, beserta keluarga, sahabat. Kita senantiasa mengharap-harapkan syafaatnya kelak di yaumul akhir.
Baca juga: Hadist tentang Pahala Ibadah di Bulan Ramadhan
Bapak ibu dan hadirin yang saya hormati. Saat ini kita berada di bulan suci Ramadhan. Mari kita siapkan jiwa dan badan, jangan lupa berdandan, mencari suri teladan, perbanyak wiridan dan kezuhudan, sebab kita berada di zaman yang edan.
Bulan Ramadhan memang sangat istimewa. Di dalamnya terdapat berbagai peristiwa penting, penuh ampunan, dan keberkahan. Berbagai amalan mendapatkan ganjaran yang berlipat ganda.
Bahkan, tidur saja diganjar. Di sisi lain, pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Itu pun masih ditambah dengan Lailatul Qadar yang menambah nilai ibadah kita seribu tahun lebih baik daripada malam-malam lainnya.
Itulah sebagian dari cahaya-cahaya Ramadhan. Mengapa kita sebut cahaya? Ada yang tahu sifat cahaya?
Sifat cahaya itu bergerak cepat, menyinari seluruh ruang bahkan mampu menembus celah-celah. Ia menyinari kegelapan, memberi penglihatan kepada kita sehingga dapat menemukan apa kita cari dan menerangi setiap jalan kita.
Begitu pula dengan Ramadhan. Ramadhan begitu cepat, hanya satu bulan di antara 12 bulan, hanya 30 hari di antara 360 hari. Waktu yang relatif singkat ini sebaiknya dapat kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Ramadhan menyinari kita dari kegelapan yang kita lakukan sepanjang tahun. Maka tidak heran jika kita melihat banyak orang berubah menjadi saleh dan salihah ketika Ramadhan.
Tidak perlu kita bully. Itu bukan karena orangnya, melainkan sifat dari Ramadhan yang menerangi. Dengan cahaya yang dimiliki Ramadhan, kita jadi terbuka dan dapat melihat, mana saja amalan baik yang dapat kita kerjakan sehingga dilipatgandakan.
Pada akhirnya, kita dapat memilih jalan yang baik bagi kita sendiri. Demikian adalah materi singkat dari saya, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jadi itu adalah contoh intisari ceramah Ramadhan yang bisa dijadikan referensi saat akan memberikan ceramah kepada jamaah. (WWN)
