Contoh Latar Belakang Penelitian untuk Skripsi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Latar belakang pada sebuah penelitian adalah bagian penting yang harus dibuat dengan sempurna. Kini sudah banyak contoh latar belakang penelitian untuk skripsi yang bisa menjadi contoh bagi Anda.
Latar belakang penelitian atau skripsi adalah fondasi dari sebuah penelitian yang sedang dikerjakan. Jadi, bisa dibilang bahwa latar belakang merupakan konsep utama yang digunakan oleh peneliti.
Menurut buku Metodologi Penelitian Karya Ilmiah milik Nuria Reny Hariyati (2020), terdapat tiga hal yang harus ada pada latar belakang, yakni:
Terdapat dasar-dasar pemikiran terkait pentingnya masalah yang akan diteliti.
Cara si peneliti melihat masalah tersebut sebagai sebuah hal yang empiris dan usaha untuk menyelesaikannya.
Latar belakang harus memberikan penyelesaian tentang signifikansi dari penelitian tersebut.
Baca juga: Contoh Latar Belakang Skripsi untuk Mahasiswa Tingkat Akhir
Contoh Latar Belakang Penelitian untuk Skripsi
Adapun contoh latar belakang penelitian untuk skripsi adalah sebagai berikut.
Secara umum sosiologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan, yakni hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik formal maupun material, baik statis maupun dinamis. Maka dari itu sosiologi mencakup segala aspek dalam kehidupan manusia, karena manusia adalah makhluk sosial yang hidup bermasyarakat dan selalu melakukan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam penelitian ini peneliti melihat dari sudut pandang sosiologi pendidikan.
Menurut Dr. Ellwood, “sosiologi pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang proses belajar dan mempelajari antara orang yang satu dengan orang yang lain." Manusia dalam kehidupannya selalu mengalami proses belajar dan mempelajari sesuatu. Di dalam proses tersebut setiap orang mempelajari orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka dari itu sosiologi pendidikan tidak lepas dari hubungan antara individu sebagai aktor yang mempelajari lingkungan sosialnya.
Dalam studi sosiologi pendidikan yang memadai mencakup pengertian individu dan lingkungan sosialnya, dimana individu dan lingkungan sosialnya tadi tidaklah berdiri sendiri-sendiri, tetapi terjalinlah hubungan timbal balik antara keduanya. Tingkah laku individu dari semenjak lahir sampai meninggal dunia adalah terus-menerus dikondisikan oleh kebudayaan masyarakat, maka sosiologi pendidikan tidak hanya bersasaran khusus kepada lembaga-lembaga atau medan pendidikan yang formal seperti sekolah tetapi harus meliputi juga lembaga-lembaga yang lain misalnya keluarga, kelompok permainan, lembaga-lembaga agama dan media-media lain. (Anne)
