Konten dari Pengguna

Contoh Latar Belakang Proposal dan Komponen Penyusunnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membuat latar belakang proposal. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membuat latar belakang proposal. Sumber: Unsplash

Latar belakang proposal merupakan uraian penting yang letaknya berada di bagian awal. Latar belakang sendiri umumnya mengandung poin-poin utama mengapa suatu masalah/topik harus dibahas. Dengan pengertian tersebut, maka latar belakang tentu perlu dirancang sebaik mungkin agar dapat menarik minat pembaca terhadap permasalahan ataupun topik yang akan diangkat.

Menurut keterangan dalam Metodologi Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah, Juliansyah Noor (2016:240), latar belakang dapat diartikan sebagai kunci utama dalam sebuah proposal karena keberadaannya haruslah dapat menjawab segala pertanyaan “mengapa” dan haruslah berisi solusi yang disusun secara sistematis.

Contoh Latar Belakang Proposal dan Komponen Penyusunnya

Saat akan menuliskan latar belakang dalam proposal, maka kita perlu memperhatikan beberapa komponen penyusun latar belakang yang harus dimuat. Dikutip lewat tulisan Nizamuddin dalam buku Penelitian Berbasis Tesis dan Skripsi (2020: 59), latar belakang haruslah memuat ringkasan teori ilmiah agar uraian yang disampaikan bersifat objektif dan memiliki landasan yang kokoh berbasis fakta.

Selain mencantumkan ringkasan teori ilmiah dari para ahli terkait, disebutkan pula dalam buku Penelitian Berbasis Tesis dan Skripsi (2020: 59), bahwa kita juga dapat menyantumkan hasil penelitian, kesimpulan seminar, ataupun hasil diskusi ilmiah sebagai landasan teroritis dalam sebuah latar belakang sebagai data pendukung.

Agar semakin paham bagaimana bentuk tulisan latar belakang, maka contoh latar belakang proposal berikut ini bisa kita pahami dengan baik:

Penggunaan minyak pelumas / oli mempengaruhi kinerja mesin karena oli berfungsi sebagai peredam gesekan antar komponen mesin yang dapat mengakibatkan keausan pada mesin. Viskositas merupakan sifat fisis oli yang menunjukkan kecepatan bergerak atau daya tolak pelumas untuk mengalir. Oli memiliki molekul yang bersifat non polar. Molekul non polar yang dikenai medan listrik luar akan mengakibatkan sebagian muatan terinduksi dan menghasilkan momen dipol yang besar dan arahnya sebanding dengan medan listrik luar.

Sifat listrik pada setiap bahan memiliki nilai yang khas dan besarnya ditentukan oleh kondisi internal dari bahan tersebut, seperti komposisi bahan, kandungan air, ikatan molekul dan kondisi internal lainnya. Pengukuran sifat listrik dapat dimanfaatkan untuk mengetahui suatu keadaan dan kondisi bahan, menentukan kualitas bahan, proses pengeringan, dan pengukuran kadar air secara non destruktif .

Studi pengukuran sifat listrik pada minyak telah dilakukan oleh Putra (2013) yaitu melakukan pengukuran kapasitansi dengan menggunakan plat kapasitor sejajar dalam membuat sensor kualitas pada minyak. Oleh karenanya maka dilakukan pengukuran kapasitansi dan konstanta dielektrik dengan menggunakan metode dielektrik atau plat sejajar pada frekuensi rendah dan perubahan viskositas. Pengukuran ini diharapkan dapat digunakan sebagai studi awal dalam pengukuran viskositas dengan menggunakan metode dielektrik.

Tujuan pada penelitian ini adalah Mengetahui penggunaan metode dielektrik pada pengukuran nilai kapasitansi dan konstanta dielektrik oli serta mengukur nilai kapasitansi dan konstanta dielektrik oli pada perubahan frekuensi dan perubahan viskositas.

Untuk dapat membuat latar belakang proposal yang baik, maka kita perlu mengobservasi dan menganalisisa topiknya terlebih dulu, kemudian barulah tuliskan alasan mengapa dan seberapa pentingnya topik tersebut diangkat/dibahas. (HAI)