Contoh Modul Ajar Kelas 6 Kurikulum Merdeka untuk Panduan Guru

Penulis kumparan
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Modul ajar merupakan dokumen yang berisi perencanaan pembelajaran untuk membantu guru melakukan pembelajaran di kelas. Bagi guru SD, contoh modul ajar kelas 6 Kurikulum Merdeka bisa menjadi referensi sekaligus panduan.
Modul ajar biasanya berisi rencana pembelajaran mulai dari tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, media yang digunakan, hingga asesmen atau evaluasinya. Modul ajar harus dibuat secara rinci dan detail agar mudah digunakan sebelum pembelajaran.
Contoh Modul Ajar Kelas 6 Kurikulum Merdeka untuk Referensi
Dikutip dari www.pusatinformasi.kolaborasi.kemendikdasmen.go.id, modul ajar bisa dikembangkan untuk memandu guru dalam melaksanakan pembelajaran serta mempermudah, memperlancar, dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Dalam menggunakan modul ajar, guru memiliki kemerdekaan untuk memilih dan memodifikasi modul ajar yang sudah disediakan pemerintah untuk menyesuaikan modul ajar dengan karakteristik peserta didik.
Guru juga bisa menyusun sendiri modul ajar sesuai dengan karakteristik peserta didik. Hal tersebut bisa dilakukan agar proses pembelajaran berjalan dengan baik dan peserta didik bisa menerima seluruh materi yang disampaikan.
Berikut ini adalah contoh modul ajar kelas 6 Kurikulum Merdeka untuk panduan guru dalam merencanakan pembelajaran di kelas.
Informasi Umum
A. Identifikasi Penulis
Tema: BAB I Belajar Pancasila dengan Menyenangkan
Materi Pokok: Nilai-Nilai Pancasila adalah Kebaikan yang Saling Berhubungan
Alokasi Waktu: 1 Pertemuan (1 x 4 x 35 Menit)
Kata Kunci: Keterhubungan, Sila-sila Pancasila, Praktik, Kehidupan Sehari-hari
Capaian Pembelajaran
Pada fase ini, peserta didik memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila dan meneladani sikap para perumus Pancasila; memahami hubungan sila-sila Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh dan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi negara; mengidentifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban; mempraktikkan musyawarah membuat kesepakatan dan aturan bersama; menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika; mengenal wilayahnya dalam konteks kabupaten/kota, provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; serta menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah dan sekitar sebagai wujud bela negara.
Elemen
Pancasila: Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.
Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 1945: Menyajikan hasil identifikasi bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai anggota keluarga, warga sekolah, dan warga negara; dalam kehidupan sehari-hari; melaksanakan praktik musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
Bhinneka Tunggal Ika: Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat.
Negara Kesatuan Republik Indonesia: Mengenal wilayahnya dalam konteks kabupaten/kota, provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah dan sekitar sebagai wujud bela negara.
B. Kompetensi Awal (Prasyarat Pengetahuan/Keterampilan)
Memahami dasar-dasar filsafat Pancasila.
Memiliki pemahaman tentang nilai-nilai dasar Pancasila.
Mampu menganalisis hubungan antara sila-sila Pancasila.
C. Profil Pelajar Pancasila
Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa: Siswa dapat memahami dan menginternalisasi nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam Pancasila. Mereka dapat menjelaskan bagaimana keyakinan kepada Tuhan yang Maha Esa menjadi dasar moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bergotong Royong: Siswa memiliki kemampuan untuk bekerja sama dalam kelompok dan menerapkan nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Mereka dapat memahami pentingnya kerja sama dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama.
Bernalar Kritis: Pelajar mampu menganalisis dan merinci hubungan antara setiap sila dalam Pancasila. Mereka dapat mengembangkan pemikiran kritis untuk memahami implikasi dan relevansi setiap sila terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
D. Sarana dan Prasarana (Materi Ajar, Alat, dan Bahan)
Materi Pokok: Nilai-Nilai Pancasila adalah Kebaikan yang Saling Berhubungan
Media: Proyektor dan layar, presentasi multimedia, grafik dan infografis
Sumber Belajar Utama atau Sumber Lain: Buku siswa, artikel, jurnal, dokumen resmi
Sumber Belajar Lain yang Relevan: Buku-buku terkait pendidikan Pancasila dan sumber online yang relevan
E. Target Peserta Didik
Peserta didik reguler/tipikal
Peserta didik dengan pencapaian tinggi
Peserta didik dengan kesulitan belajar
F. Jumlah Siswa
Maksimum 25–35 siswa.
G. Model/Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok
Presentasi
Kegiatan Inti
A. Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan keterkaitan sila-sila dalam Pancasila sebagai satu kesatuan yang utuh.
B. Pemahaman Bermakna
Kesatuan: Pancasila menekankan pentingnya kesatuan, baik dalam perbedaan maupun persatuan. Kebaikan dari nilai-nilai ini terletak pada kemampuan untuk bersatu meskipun memiliki perbedaan dalam segala aspek, seperti suku, agama, dan budaya. Hal ini mengajarkan bahwa keberagaman merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dihargai.
Keadilan: Nilai keadilan dalam Pancasila mengajarkan bahwa setiap individu memiliki hak yang sama. Pemahaman ini membawa konsep bahwa kebaikan masyarakat dapat tercapai ketika hak dan kewajiban setiap warga negara dihormati dan diterapkan dengan adil.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Pancasila menegaskan pentingnya perlakuan manusiawi yang adil dan beradab. Dalam konteks ini, kebaikan yang saling berhubungan terlihat dalam sikap dan tindakan terhadap sesama. Menjaga kemanusiaan dan berlaku adil menciptakan lingkungan yang harmonis.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Pembelajaran ini mengajarkan bahwa kebaikan dapat dicapai melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Keterlibatan ini menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan dan memastikan bahwa kebijaksanaan dan keadilan diperoleh melalui musyawarah.
Ketuhanan yang Maha Esa: Nilai ini mengajarkan bahwa kebaikan sejati dapat dicapai melalui ketakwaan dan ketaatan kepada Tuhan. Pemahaman ini memotivasi individu untuk hidup dengan nilai-nilai moral yang tinggi dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
C. Persiapan Pembelajaran
Guru menyiapkan bacaan atau materi dari buku paket, media cetak, media video, dan website.
Membaca materi pembelajaran.
Menyiapkan lembar kerja siswa.
Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran.
D. Apersepsi
Kalian, pelajar Indonesia, mempunyai kesempatan untuk mengamati lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Di sana kalian dapat menemukan banyak pengalaman berharga yang dapat menjadi sumber belajar, termasuk belajar tentang nilai-nilai Pancasila. Di sekitar kita ada banyak orang yang melakukan perbuatan baik dengan sungguh-sungguh dan tanpa pamrih. Misalnya, orang tua bekerja keras untuk menafkahi keluarga, mengasuh dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. Para orang tua juga mau bersusah-susah mencari penghasilan tambahan agar dapat memberikan hadiah untuk anak atau mengajak mereka bertamasya. Para tetangga yang membantu tetangga lain dengan kesungguhan. Mengapa mereka mau repot-repot melakukannya? Mengapa mereka mau berkorban untuk orang lain? Ternyata mereka memiliki keyakinan bahwa kebaikan yang mereka lakukan akan berakibat baik bagi banyak orang. Inilah yang biasa disebut nilai-nilai. Pancasila mengandung nilai-nilai yang penting dan berharga. Mari buktikan bahwa ada banyak sumber belajar di luar sana dan temukan itu sebagai sesuatu yang menyenangkan.
E. Pertanyaan Pemantik
Bagaimana pemahaman kalian tentang makna nilai-nilai Pancasila?
Pancasila terdiri atas lima nilai dasar yang saling terhubung. Bagaimana pemahaman kalian tentang hubungan antarsila dalam Pancasila ini?
F. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Doa dan salam diucapkan sebagai awal kegiatan.
Absensi peserta didik dilakukan untuk memastikan kehadiran.
Guru memberikan gambaran singkat tentang topik yang akan dibahas, yaitu "Nilai-Nilai Pancasila sebagai Kebaikan yang Saling Berhubungan."
Guru menyampaikan pertanyaan atau fakta menarik terkait nilai-nilai Pancasila untuk membangkitkan minat peserta didik.
Kegiatan Inti
Pada pertemuan ini, peserta didik diminta untuk membaca bacaan dengan judul “Nilai-Nilai Pancasila sebagai Kebaikan yang Saling Berhubungan” yang ada di Buku Siswa pada Bab 1 bagian Ayo, Membaca.
Selanjutnya, guru membuka kegiatan diskusi tentang isi bacaan tersebut.
Guru meminta peserta didik mendiskusikan pertanyaan pada Tugas 1. Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat dituliskan di buku tulis atau kertas yang sudah disediakan guru.
Opsi Pembelajaran Berdiferensiasi
Diferensiasi Konten:
Bagi siswa yang memiliki tingkat kemampuan membaca yang lebih rendah, sediakan versi bacaan yang disederhanakan dengan penggunaan kosakata yang lebih mudah dipahami.
Untuk siswa yang memiliki tingkat kemampuan membaca yang lebih tinggi, berikan tambahan bahan bacaan yang lebih mendalam atau tautan ke sumber-sumber tambahan yang relevan.
Diferensiasi Proses:
Pisahkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang sejenis untuk diskusi mendalam.
Gunakan metode pembelajaran yang berbeda, seperti diskusi kelompok, presentasi, atau penugasan proyek, sehingga siswa dapat memilih cara mereka belajar sesuai preferensi mereka.
Diferensiasi Produk:
Setelah diskusi, berikan tugas berbeda kepada siswa untuk mengekspresikan pemahaman mereka. Misalnya, siswa dengan keterampilan menulis yang kuat dapat diminta membuat esai, sementara siswa dengan keterampilan seni dapat membuat poster atau ilustrasi yang mencerminkan konsep yang mereka pelajari.
Kegiatan Penutup
Evaluasi: Guru mengevaluasi pemahaman peserta didik melalui jawaban Tugas 1.
Apresiasi: Penghargaan diberikan kepada peserta didik yang berpartisipasi aktif dalam diskusi.
Motivasi: Guru memberikan motivasi untuk memotivasi peserta didik dalam menggali lebih dalam tentang nilai-nilai Pancasila.
Penutup: Doa dan salam diucapkan sebagai penutup kegiatan pembelajaran.
Baca juga: Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Fase C - Fase F
Contoh modul ajar kelas 6 Kurikulum Merdeka di atas bisa menjadi panduan bagi guru untuk merencanakan pembelajaran dengan baik. (WWN)
