Contoh Percakapan Coaching Alur Tirta Singkat untuk Calon Guru Penggerak

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Calon guru penggerak akan diberikan berbagai materi. Salah satunya adalah penjelasan dan praktik coaching Alur Tirta. Agar dapat lebih memahaminya, calon guru penggerak dapat melihat contoh percakapan coaching Alur Tirta.
Dalam dunia pendidikan, teknik coaching banyak digunakan. Dengan menggunakan teknik ini, pembelajaran dapat menjadi lebih mudah dan terstruktur.
Contoh Percakapan Coaching Alur Tirta Singkat, Calon Guru Penggerak Wajib Catat
Calon guru penggerak mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah coaching. Sebab dalam pendidikan guru penggerak, istilah tersebut kerap kali diucapkan.
Coaching merupakan kolaborasi antara guru dan siswa. Coaching dilakukan sebagai upaya untuk membantu siswa tersebut dalam mencapai tujuan. Terdapat banyak sekali teknik coaching yang digunakan dalam dunia pendidikan.
Misalnya GROW (Goal, Reality, Options, dan Will). Dalam teknik ini terdapat alur percakapan yang dapat digunakan. Salah satunya adalah Alur Tirta.
Dikutip dari buku Supervisi Akademik: Teknik Coaching Peningkat Guru dalam Pembelajaran di Kelas, Maryanti (2023), Alur Tirta dijadikan sebagai acuan atau panduan interaksi antara kepala sekolah sebagai seorang coach dengan guru sebagai seorang coachee dalam melaksanakan coaching supervisi akademik sehingga proses interaksi yang dijalankan mengalir apa adanya seperti halnya air.
Pada percakapan Alur Tirta harus terdiri dari tujuan, identifikasi, rencana, dan tanggung jawab. Supaya dapat lebih memahaminya, berikut contoh percakapan coaching Alur Tirta.
1. Tujuan
Pertanyaan: Bagaimana perasaan Anda saat melihat murid-murid pasif di kelas?
Jawaban: Saat melihat murid yang pasif, saya merasa khawatir dan sangat sedih. Saya takut jika murid tersebut akan tertinggal dalam pembelajaran di kelas.
2. Identifikasi
Pertanyaan: Apa saja faktor yang menyebabkan murid pasif di kelas?
Jawaban: Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan murid pasif di kelas. Salah satunya mungkin murid tersebut merasa tidak percaya diri. Faktor lain adalah terdapat kemungkinan bahwa murid tersebut tidak tertarik dengan materi pelajaran di kelas.
Pertanyaan: Bagaimana kondisi belajar murid di rumah?
Jawaban: Orang tua murid tersebut mengatakan bahwa ia sering bermain di rumah dan tidak suka belajar.
3. Rencana Aksi
Pertanyaan: Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu murid tersebut agar lebih aktif di kelas?
Jawaban: Rencana saya adalah mengajak murid tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran di kelas. Selain itu, saya akan mengajaknya untuk turut serta dalam tugas kelompok bersama murid lain.
Pertanyaan: Bagaimana cara Anda untuk berkoordinasi dengan orang tua murid tersebut?
Jawaban: Saya akan menjadwalkan pertemuan rutin untuk membahas perkembangan belaajr murid.
4. Tanggung Jawab
Pertanyaan: Apa rencana Anda ke depannya untuk membantu murid?
Jawaban: Saya akan berbicara empat mata dengan murid tersebut. Kemudian akan memberikan arahan positif kepada murid tersebut agar aktif di kelas.
Pertanyaan: Kapan rencana tersebut dimulai?
Jawaban: Rencana tersebut akan saya jalankan mulai minggu depan.
Baca juga: 4 Konsekuensi Logis dari Diagram Identitas Gunung Es bagi Guru Penggerak
Itu tadi adalah contoh percakapan coaching Alur Tirta yang singkat. Semoga contoh percakapan tersebut dapat dijadikan acuan oleh para calon guru penggerak di sekolah. (FAR)
