Contoh Pupuh Kinanti dalam Bahasa Sunda

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membahas tentang pupuh, tentu memerlukan contoh supaya kita dapat memahami pupuh dengan lebih baik. Jadi, mari simak penjelasan selengkapnya di sini!
Pupuh dalam Bahasa Sunda
Secara umum, pupuh merupakan bentuk puisi tradisional. Tidak hanya Sunda, pupuh juga terdapat dan biasa dinarasikan dalam tradisi Jawa dan Bali. Pada budaya Sunda, pupuh terbagi dalam tujuh belas jenis. Jenis-jenis tersebut memiliki tema, guru lagu, dan guru wilangan yang berbeda-beda. Adapun salah satu jenis pupuh yang cukup populer dan kerap dipelajari oleh anak sekolah adalah pupuh kinanti.
Pupuh kinanti merupakan pupuh Sunda yang memiliki tema ngadagoan, nganti-nganti, aya nu diarep-arep atawa prihatin. Berdasarkan bahasa Indonesia tema tersebut memiliki makna menunggu, menanti, mengharapkan, atau kondisi yang prihatin.
Ciri khas lain dari pupuh kinanti adalah guru wilangannya 8 dan guru lagunya u-i-a-i-a-i. Maksud dari guru wilangan adalah setiap baris terdiri dari 8 suku kata dengan guru lagu (rima) u-i-a-i-a-i. Supaya lebih mudah memahaminya, berikut adalah contoh pupuh kinanti untuk Anda.
Contoh Pupuh Kinanti
Contoh pupuh kinanti berikut ini dikutip dari buku Masuk Letnan, Keluar Letnan (Roestandi, 2008: 7).
Kamari abdi ka Bandung
Meser patlot meser gerip
Meser buku meser sabak
Meser kalam meser mangsi
Meser baju jeung calana
Sareng meser kaos kaki
Contoh lain dari pupuh kinanti dalam bahasa Sunda, yaitu sebagai berikut.
Abdi tara bosen nunggu
Nungguan kasih kamari
Iraha pun badé datang
Ceunah rék datang kiwari
Tapi anjeunna teu datang
Nunggu kasih nu teu pasti
Cukup mudah bukan? Jika Anda perlu untuk membuat pupuh kinanti, cara paling mudah, yaitu:
Tentukan pesan utama yang ingin disampaikan
Susun rima yang sesuai guru lagu u-i-a-i-a-i
Kemudian hitung guru wilangannya.
Semoga berhasil membuat pupuh kinanti, ya! (AA)
