Contoh Riya’ dalam Niat yang Perlu Dihindari Umat Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh riya’ dalam niat merupakan perbuatan-perbuatan yang perlu dihindari bagi umat Muslim. Hal ini karena perbuatan riya’ dalam niat memiliki dampak buruk dan membahayakan keimanan umat Islam.
Hal tersebut bahkan dijelaskan dalam berbagai dalil baik dalil Alquran maupun hadis shahih. Oleh sebab itu, umat muslim perlu berhati-hati dalam menunaikan niat saat menunaikan amalan ibadah agar pahala yang diperoleh sempurna.
Macam-Macam Contoh Riya’ dalam Niat
Mengutip buku Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah Kelas VII, Harjan Syuhada, Fida' Abdilah (2021: 158), riya adalah melakukan suatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan dari Allah, namun dengan niat untuk mencari pujian dari orang lain.
Makna lain riya' adalah menuntut perhatian hati manusia agar mereka mengetahui perilaku kebiasaan kebaikan yang dilakukan. Ada banyak sekali riya yang secara sadar maupun tidak sadar dilakukan, salah satunya riya dalam niat.
Berikut ini adalah sederet contoh riya’ dalam niat yang perlu dihindari bagi umat Islam agar tidak terjerumus dalam bahaya riya:
Membayar zakat karena takut dicemooh orang banyak
Menunaikan ibadah shalat hanya agar tidak dicap jelek oleh orang lain
Bersedekah namun dengan niat ingin mendapatkan pujian dari orang sekitarnya
Membagikan tulisan berisi dakwah di media sosial agar disebut alim
Menunaikan umroh agar dikenal sebagai orang alim
Bahaya Riya' bagi Umat Islam dan Dalil yang Membahasnya
Riya merupakan perbuatan yang dapat memberikan bahaya bagi umat muslim. Hal ini karena perbuatan riya dapat menghapus pahala amalan baik yang dikerjakan dan termasuk ke dalam kategori orang kafir, hal ini selaras dengan yang dijelaskan dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 264 yang berbunyi:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبْطِلُوا۟ صَدَقَٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ كَٱلَّذِى يُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۖ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُۥ وَابِلٌ فَتَرَكَهُۥ صَلْدًا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَىْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
Selain itu, perbuatan riya juga termasuk ke dalam perbuatan syirik yang merupakan salah satu dosa besar. Hal ini dibahas dalam sebuah hadis berikut:
خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ فَقَالَ « أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِنْدِى مِنَ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ ». قَالَ قُلْنَا بَلَى. فَقَالَ « الشِّرْكُ الْخَفِىُّ أَنْ يَقُومَ الرَّجُلُ يُصَلِّى فَيُزَيِّنُ صَلاَتَهُ لِمَا يَرَى مِنْ نَظَرِ رَجُلٍ »
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar menemui kami dan kami sedang mengingatkan akan (bahaya) Al Masih Ad Dajjal. Lantas beliau bersabda, “Maukah kukabarkan pada kalian apa yang lebih samar bagi kalian menurutku dibanding dari fitnah Al Masih Ad Dajjal?” “Iya”, para sahabat berujar demikian kata Abu Sa’id Al Khudri. Beliau pun bersabda, “Syirik khofi (syirik yang samar) di mana seseorang shalat lalu ia perbagus shalatnya agar dilihat orang lain.” (HR. Ibnu Majah no. 4204)
Baca juga: Cara untuk Menghindari Perilaku Riya dan Tidak Terpuji Lainnya
Sekian pembahasan mengenai contoh riya’ dalam niat beserta pembahasannya yang penting untuk diketahui bagi umat muslim. Semoga bermanfaat. (DAP)
