Contoh Soal NPV Lengkap dengan Rumus dan Pembahasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

NPV merupakan nilai yang penting diketahui untuk memperkirakan kemungkinan keuntungan yang dapat diperoleh di masa yang akan datang bagi perusahaan dari investasi yang dilakukan. Untuk membantu Anda mengenal NPV, mari kita simak salah satu contoh soal NPV yang disajikan lengkap dengan rumus dan pembahasan jawabannya yang mudah dipahami berikut ini.
Baca juga: Rumus IRR dalam Perhitungan Investasi
Pengertian, Contoh Soal NPV beserta Rumus dan Pembahasannya
Dalam menjalankan suatu perusahaan, pengusaha perlu memperkirakan seberapa besar keuntungan yang dapat diperoleh di masa yang akan datang. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerugian yang dialami perusahaan. Cara memperkirakan keuntungan bagi perusahaan dapat dilakukan dengan menghitung NPV atau Net Present Value. Apa itu NPV?
Net present value atau NPV adalah nilai selisih antara nilai arus kas masuk sekarang dan yang keluar selama dalam kurun waktu tertentu. Hal ini selaras dengan pembahasan mengenai NPV dalam buku berjudul Analisis Kuantitatif Pembiayaan Perusahaan Pertanian yang disusun oleh Ayub M. Padangaran (2015: 154).
Dikutip dari dalam buku tersebut bahwa Net Present Value (NPV) adalah nilai sekarang dari selisih antara nilai sekarang total benefit dan nilai sekarang total cost pada discount rate tertentu selama jangka waktu umur investasi. Dalam hal ini, NPV menunjukkan besarnya kelebihan atau kekurangan nilai sekarang penerimaan (benefit) dibandingkan dengan nilai sekarang dari biaya (cost) selama jangka waktu pelaksanaan investasi. Apabila dari hasil perhitungan diperoleh:
NPV > 0 berarti investasi layak atau menguntungkan
NPV < 0 berarti investasi tidak layak atau merugikan
NPV = 0 berarti investasi tersebut pulang pokok, maksudnya investasi tersebut tidak rugi tetapi tidak juga memperoleh keuntungan jika dilaksanakan.
Perhitungan NPV yang dilakukan perusahaan ini rupanya memiliki fungsi tertentu. Dalam buku berjudul Buku Ajar Manajemen Keuangan yang ditulis oleh Fitriana, SE., MM, Ririn Parmita, SE., MM, Andi Sabirin Baso, SE, M.Si (2022: 90) memaparkan bahwa NPV memiliki beberapa fungsi atau manfaat yang besar dalam bidang bisnis atau sebuah usaha. Beberapa fungsi net present value meliputi:
Mengukur kemampuan dan peluang sebuah perusahaan dalam mengelola investasi dalam beberapa tahun mendatang
Membantu perusahaan untuk mengetahui kemampuan investasi yang sedang mereka kelola
Membantu pihak perusahaan untuk dapat mengaplikasikan pengelolaan anggaran yang efektif dalam menjalankan suatu bisnis
Untuk membantu Anda dalam mengetahui nilai NPV bagi suatu perusahaan, berikut ini rumus present value (NPV) yang dapat Anda gunakan:
NPV = (C1/1+r) + (C2/(1+r)2) + (C3/(1+r)3) + … + (Ct/(1+r)t) – C0
Keterangan:
NPV = Net Present Value (dalam Rupiah)
Ct = Arus Kas per Tahun pada Periode t
C0 = Nilai Investasi awal pada tahun ke 0 (dalam Rupiah)
r = Suku Bunga atau discount Rate (dalam %)
Rumus NPV tersebut dapat diaplikasikan dalam perhitungan. Berikut ini adalah salah satu contoh soal NPV yang disajikan lengkap dengan jawaban dan pembahasannya:
Perusahaan Maju Jaya Selamanya akan membeli mesin produksi untuk meningkatkan jumlah produksinya. Harga mesin produksi yang baru tersebut adalah Rp150 juta dengan suku bunga pinjaman sebesar 12 persen per tahun. Arus kas yang masuk diestimasikan sekitar Rp50 juta per tahun selama lima tahun. Dengan kasus tersebut, apakah rencana investasi pembelian mesin produksi ini dapat dilanjutkan?
Diketahui:
Ct = Rp. 50 juta
C0 = Rp. 150 juta
r = 12% (0,12)
Jawaban:
(C1/1+r) + (C2/(1+r)2) + (C3/(1+r)3) + (C3/(1+r)4) + (Ct/(1+r)t) – C0
= ((50/1+0,12) + (50/1+0,12)2 + (50/1+0,12)3 + (50/1+0,12)4 + (50/1+0,12)5) – 150
= (44,64 + 39,86 + 35,59 + 31,78 + 28,37) – 150
= 180,24 – 150 = 30,24
Jadi, nilai NPV bagi perusahaan Maju Jaya Selamanya adalah Rp30,24 juta.
Berdasarkan penghitungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa nilai NPV adalah positif dengan nilai sebesar Rp30,24 juta. Artinya mesin produksi yang akan dibeli tersebut dapat menghasilkan sekitar Rp30,24 juta. Dengan begitu, rencana investasi pembelian mesin produksi baru dapat dilakukan.
Itu dia salah satu contoh soal NPV yang disajikan lengkap dengan rumus dan pembahasannya untuk membantu Anda dalam menghitung nilai NPV. Semoga bermanfaat! (DAP)
