Contoh Soal Penjumlahan Vektor Metode Jajar Genjang dan Kunci Jawabannya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam buku Fisika untuk Kelas X, Sekolah Menengah Atas, selain terdapat banyak contoh soal penjumlahan vektor metode jajar genjang, diterangkan pula bahwa ada 3 cara menyelesaikan vektor, yaitu: dengan cara segitiga, dengan cara jajargenjang, dan dengan poligon untuk sisi banyak.
Pada dasarnya, ada beberapa metode dalam fisika yang dapat digunakan dalam melakukan operasi vektor penjumlahan, yakni metode segitiga untuk penjumlahan dua vektor; metode Jajargenjang untuk penjumlahan dua vektor; serta metode Poligon untuk penjumlahan dua vektor atau lebih.
Pengertian dan Contoh Soal Penjumlahan Vektor Metode Jajar Genjang
Penjumlahan vektor dengan metode jajar genjang dilakukan dengan merangkai setiap vektor sedemikian sehingga pangkal setiap vektor berhimpitan di satu titik. Setelah itu dibuat proyeksi untuk setiap vektor dan proyeksi tersebut ditempatkan sedemikian sehingga membentuk jajar genjang. Resultan vektor adalah diagonal jajar genjang dengan pangkalnya berhimpitan dengan vektor lain.
Sederhananya, metode jajar genjang adalah metode yang mengaitkan pangkal dengan pangkal. Untuk mencari besar dan arah resultan dua gaya yang tidak segaris kerja, yaitu yang bekerja pada satu titik tangkap digunakan metode jajar genjang sebagai berikut :
Cara vektor pangkal bertemu pangkal sebenarnya sama dengan cara vektor ujung bertemu pangkal. Kita tinggal mengubah letak B. Namun cara ini membuat kita tahu sudut. Cara menjumlah A dan B (A + B) dapat dilihat pada gambar di atas. Caranya sebagai berikut.
Gambar A pada kertas dengan skala panjang yang sesuai.
Kemudian gambar B dengan skala yang sesuai dimulai dari pangkal milik A.
Pangkal A bertemu dengan pangkal B.
Buat garis proyeksi A dan garis proyeksi B hingga membentuk jajaran genjang.
Tarik garis resultan dari pangkal vektor ke sudut garis proyeksi.
Contoh soal:
Dalam penjumlahan vektor terdapat aturan yang berlaku yaitu, dua vektor atau lebih dapat dijumlahkan jika memiliki besaran dan satuan yang sama. Contohnya, vektor kecepatan ke arah barat dan vektor kecepatan ke arah utara. Vektor kecepatan tidak dapat dijumlah dengan vektor perpindahan karena keduanya berbeda.
Secara aljabar, penjumlahan vektor adalah menjumlahkan komponen vektor dengan komponen vektor lain yang bersesuaian. Akibatnya, penjumlahan vektor hanya berlaku jika vektor-vektornya memiliki dimensi yang sama. (DNR)
