Contoh Surat Pernyataan Cerai di Atas Materai yang Benar dan Sah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perceraian adalah suatu hal yang diperbolehkan, baik dalam agama maupun hukum. Bagi Anda yang memiliki kehendak untuk bercerai dengan pasangan, maka perlu mengetahui contoh surat pernyataan cerai di atas materai yang benar.
Pada dasarnya, perceraian dapat terjadi karena adanya masalah dalam kehidupan rumah tangga. Dalam pelaksanaan perceraian, Pasal 39 UU Perkawinan menjelaskan bahwa:
Perceraian hanya dapat dilakukan di depan Sidang Pengadilan setelah Pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak.
Untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan, bahwa antara suami isteri itu tidak akan dapat hidup rukun sebagai suami isteri.
Tatacara perceraian di depan sidang Pengadilan diatur dalam peraturan perundangan tersendiri.
Mengacu pada Pasal 39 ayat (1), dapat diketahui bahwa perceraian hanya bisa dilakukan di depan sidang pengadilan. Jadi, setiap perkawinan yang sah dan tercatat di dinas Kependudukan catatan sipil jika terjadi perceraian, maka wajib dilakukan di pengadilan.
Oleh karena itu, meskipun perceraian dilakukan dengan surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai, maka perceraian itu tidak sah jika tidak dilakukan di pengadilan.
Contoh Surat Cerai di Atas Materai
Agar semakin paham dengan isi surat cerai, berikut adalah contoh surat cerai di atas materai yang baik dan benar:
SURAT PERNYATAAN CERAI
Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan dengan sesungguhnya bahwa:
Pihak I
Nama:…………………..
Umur: …………………..
Agama:…………………..
Pekerjaan:…………………..
Alamat:…………………..
Dalam hal ini disebut Pihak I yang meminta cerai.
Pihak II
Nama:…………………..
Umur:…………………..
Agama:…………………..
Pekerjaan:…………………..
Alamat:…………………..
Dalam hal ini disebut Pihak II yang memberi cerai.
Pada hari ini____, kami menyatakan yang sebenar-benarnya, di hadapan para saksi-saksi bahwa kami telah bersepakat untuk berpisah dalam menjalani hidup berumah tangga, berdasarkan kemauan kami berdua tanpa ada unsur pemaksaan dari pihak mana pun.
Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya secara sadar dan dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani.
____, ______
Pihak I Pihak II
______ ______
Saksi-saksi:
_______
_______
_______
Surat di atas dapat dijadikan acuan bagi Anda yang ingin mengajukan cerai. Jangan lupa untuk meminta pendapat dari ahlinya agar dapat menjalankan proses perceraian sesuai yang diinginkan.
(DLA)
