Contoh Surat Talak Cerai yang Benar dan Sah di Mata Hukum Negara

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat talak merupakan pernyataan tertulis dari suami yang akan mengajukan tuntutan ke Pengadilan Negeri untuk bercerai dengan istrinya. Jadi, suami yang mengajukan surat talak tersebut berstatus sebagai pemohon atau penggugat. Sedangkan istrinya berstatus sebagai termohon atau tergugat. Lalu, bagaimana contoh surat talak cerai yang benar dan sah di mata hukum negara?
Contoh Surat Talak Cerai yang Benar dan Sah di Mata Hukum Negara Indonesia
Sebelum masuk ke penjelasan contoh dari surat talak cerai, Anda perlu tahu bahwa di dalam surat talak tersebut terdapat berbagai poin yang harus diajukan. Nah, berikut ini adalah cara membuat surat talak cerai.
Nama surat;
Identitas pihak pertama (suami) dan pihak kedua (istri);
Isi surat pernyataan cerai talak;
Fakta kejadian dan fakta hukum;
Petitum atau hal-hal tuntutan berdasarkan fakta kejadian dan fakta hukum;
Bagian penutup;
Saksi-saksi;
Tanda tangan yang sah di atas materai.
Adapun contoh surat talak cerai yang benar dan sah di mata hukum negara Indonesia adalah sebagai berikut.
SURAT PERNYATAAN TALAK
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama:
Tempat/Tanggal Lahir:
Pekerjaan:
Agama:
Alamat:
Selanjutnya disebut pihak ke-I
Dengan kesadaran dan tanpa paksaan atau tekanan dari pihak manapun juga, maka dengan ini pada hari ini saya pihak pertama (suami) menyatakan atau mamberikan talak 1,2,3 kepada:
Nama:
Tempat/Tanggal Lahir:
Pekerjaa:
Agama:
Alamat:
Selanjutnya disebut pihak ke-II
Terhitung sejak hari……pada tanggal………., Saudari……sudah bukan istri saya dan tanggung jawab saya lagi menurut syariat Islam. Persoalan-persoalan yang berkaitan dengan mantan istri saya tersebut bukan menjadi tanggung jawab saya lagi.
Bilamana Saudari……..mendapatkan jodoh dikemudian hari dengan orang lain, saya persilakan untuk menikah lagi dan saya tidak menuntut atau menggugat kepada siapa pun dan begitu juga dengan sebaliknya.
Demikian surat pernyataan talak ini saya buat tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Surat ini akan saya lanjutkan dan sepengetahuan KUA setempat.
………,………..
Pihak I Pihak II
(Nama Suami) (Nama Istri)
Saksi Pihak I
1………………………
Saksi Pihak II
1………………..…….
(Anne)
