Contoh Teater Transisi beserta Pengertian dan Ciri-cirinya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teater transisi adalah teater yang berkembang di masyarakat dengan konsep modern dan tradisional. Salah satu contoh teater transisi adalah Srimulat.
Seorang yang melakukan teater biasanya akan menampilkan sandiwara untuk memerankan suatu tokoh. Maka dari itu para pemain, diharuskan untuk melakukan improvisasi dan spontanitas yang mampu memikat hati para penonton.
Contoh Teater Transisi Adalah?
Arti teater secara etimologi adalah gedung pertunjukan atau auditorium. Dalam arti luas teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak.
Sedangkan, dalam arti sempit teater adalah drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media, seperti percakapan, gerak dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis. Lalu apa itu teater transisi?
Dikutip dari buku Pembudayaan Literasi Seni Di SD, Mansurdin, S.Sn., M.Hum., (2020:73), teater transisi merupakan teater yang bersumber dari teater tradisional, tetapi gaya penyajiannya sudah dipengaruhi oleh teater barat. Maka dari itu, kesan yang ditampilkan sedikit berbeda dengan teater tradisional.
Penyajian cerita dari teater ini tidak hanya menggunakan panggung maupun dekorasi, tapi pihak pemain teater transisi juga memperhitungkan teknik yang dapat mendukung pertunjukan. Maka dari itu, teater ini bisa menjalin hubungan keakraban antara pemain dan penonton.
Selanjutnya, contoh teater transisi adalah sebagai berikut.
Komedi Stambul
Dardanella
Srimulat
Indra Bangsawan
Teater Orion
Opera Abdoel Moeloek
Teater Tjahaja Timoer
Bermain Raden Beij Soerio Retno
Karina Adinda
Pelawak India Timoer
Ciri-Ciri Teater Transisi
Berikut adalah ciri-ciri teater transisi:
Suasana yang ditampilkan cenderung santai dan menyenangkan.
Para pemain dan penonton mampu menjalin keakraban yang sangat intens.
Teater ini dilengkapi dengan iringan musik dan juga tarian.
Menggunakan bahasa campuran, baik baku maupun tidak.
Memiliki pengaturan terkait dengan alur cerita yang dipentaskan.
Jumlah peserta teater transisi lebih banyak dibandingkan teater tradisional.
Dilaksanakan di sebuah gedung terbuka.
Panggungnya sudah tertata rapi lengkap dengan jenis peralatan yang lebih kompleks dibandingkan dengan teater tradisional.
Ceritanya turun temurun
Cerita tanpa naskah dan digarap berdasarkan peristiwa sejarah, dongeng, mitologi atau kehidupan sehari-hari.
Unsur lawakan selalu muncul
Nilai dramatik dilakukan secara spontan, dalam satu adegan terdapat dua unsur sekaligus yaitu tertawa dan menangis
Baca Juga: Seni Teater: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya
Dapat disimpulkan contoh teater transisi adalah Komedi Stambul, Dardanella, Srimulat, Indra Bangsawan, Teater Orion, Opera Abdoel Moeloek, teater Tjahaja Timoer, Bermain Raden Beij Soerio Retno, Karina Adinda, Pelawak India Timoer.(glg)
