Contoh Teks Hikayat Pendek dan Pesan Moral di Baliknya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai salah satu karya sastra yang berkembang di tanah Melayu, teks hikayat diperkaya oleh pesan moral untuk berbagai lintas generasi. Bahkan contoh teks hikayat pendek saja mampu meresap ke dalam hati dan pikiran setiap pembacanya.
Setelah membaca suatu hikayat, pembaca dapat memperoleh semangat untuk mempraktikkan pesan moral yang diperolehnya. Hikayat adalah bentuk sastra prosa, yang sering kali disajikan di dalam Bahasa Melayu dan berisi cerita, sejarah, dan undang-undang, yang bersifat rekaan, kepahlawanan, dan keagamaan.
Oleh karena itu, hikayat umumnya mengisahkan kehebatan dan kepahlawanan seseorang yang diikuti oleh keajaiban yang terjadi pada atau dilakukan sang tokoh utama.
Contoh Teks Hikayat Pendek
Berikut adalah contoh hikayat singkat yang disadur dari buku Master Bahasa Indonesia: Panduan Tata Bahasa Indonesia Terlengkap, Ainia Prihantini, (2015:82):
Hikayat Bayan Budiman
Dahulu kala hiduplah seorang saudagar kaya yang bernama Khojan Mubarok. Ia dan istrinya tidak memiliki anak, tetapi selalu berdoa kepada Allah Swt. agar kelak dikaruniai buah hati suatu hari nanti. Penantian mereka pun berakhir, setelah dikaruniai seorang anak lelaki, yang kemudian dinami Khojan Maimun.
Saat Khojan Maimun beranjak dewasa, ia dinikahkan dengan anak saudagar kaya yang bernama Bibi Zainab. Suatu saat, Khojan Maimun pamit kepada istrinya itu untuk berlayar. Sebelum berangkat, dirinya membeli burung bayan dan burung tiung untuk menemani sang istri tercinta ketika ia pergi.
Di tengah penantian panjang itu, tiba-tiba datanglah seorang anak raja yang nampaknya menaruh hati pada. Kesepian, Bibi Zainab akhirnya tergoda oleh pesona anak raja tersebut. Ketika hendak pergi menemui anak raja, Bibi Zainab minta izin kepada burung tiung, tetapi tidak diizinkan. Ia lantas marah dan membunuh burung tiung.
Namun, ketika meminta izin pada burung bayan, burung itu mengizinkan. Setiap malam, ketika Bibi Zainab ingin pergi, burung bayan selalu memberikan nasihat, hingga akhirnya pada hari ke-24, Bibi Zainab sadar bahwa tindakannya itu merupakan suatu dosa yang harus segera dihentikan.
Pesan Moral:
Kisah di atas berisi pesan moral untuk senantiasa berdoa kepada Tuhan yang Maha Kuasa ketika dihadapkan kepada pencobaan sebesar apa pun, agar hati tetap terjada dengan suci dan terhindar dari dosa.
Pesan moral dari contoh hikayat di atas tidak hanya bisa dipraktikkan oleh mereka yang telah menikah, tetapi juga setiap orang yang menghadapi pencobaan apa pun di dalam kehidupan ini. (BRP)
