Konten dari Pengguna

Contoh Wawangsalan dalam Kebudayaan Jawa dan Ciri-cirinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi wawangsalan. Foto: dok. https://unsplash.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wawangsalan. Foto: dok. https://unsplash.com/

Indonesia dikenal dengan keragaman budaya dan tradisi, termasuk keragaman sastra yang dimiliki tiap daerah. Wawangsalan termasuk salah satu bukti keragaman budaya yang dimiliki Indonesia. Berikut ini adalah pengenalan mengenai wawangsalan yang perlu kita ketahui dilengkapi dengan contoh dan ciri-cirinya untuk memudahkan kita memahami bentuk wawangsalan.

Pengertian Wawangsalan Lengkap dengan Contoh dan dan Ciri-Cirinya

Keragaman sastra daerah di Indonesia merupakan wujud dari kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Masing-masing daerah di Indonesia memiliki ciri dan kekhasan tersendiri yang membedakan antara budaya satu daerah dengan budaya daerah lainnya. Misalnya saja di pulau Jawa yang memiliki beragam bahasa daerah yang membuatnya memiliki perbedaan bentuk sastra khas daerah.

Salah satu sastra khas kebudayaan Jawa Barat adalah wawangsalan. Wawangsalan merupakan bentuk pantun dalam kebudayaan Jawa Barat. Sebagaimana yang disebutkan dalam buku berjudul Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik yang disusun oleh Dr. Liaw Yock Fang dan Riris K Sarumpaet (2011: 560).

Buku tersebut menuliskan bahwa di Nusantara terdapat berbagai macam jenis karya sastra, salah satunya dalam bentuk pantun, contohnya seperti wawangsalan yang dibuat dalam bahasa Sunda sehingga termasuk ke dalam salah satu kebudayaan Jawa, tepatnya kebudayaan Jawa Barat.

Ilustrasi wawangsalan. Foto: dok. https://unsplash.com/

Mustika Basa Sunda yang disusun oleh Drs. Denny Junaedy, Dra. Rinne Tanumulyana, Elly Sarimanah, S.Pd, dan Inne Novita W., S.Pd (2001: 77) yang menyebutkan bahwa wawangsalan memiliki beberapa ciri khusus, antara lain:

  • Masing-masing wawangsalan terdiri dari dua kalimat baris

  • Setiap baris umumnya terdiri dari delapan kata yang bisa diucapkan dalam sekali nafas

  • Barisan pertama merupakan cangkang, barisan kedua merupakan isi

  • Dalam barisan pertama merupakan penanya (tatarucingan) dan jawabannya terdapat di barisan kedua

Untuk mempermudah Anda memahami bentuk wawangsalan, berikut ini adalah beberapa contoh wawangsalan:

Contoh 1

Pileuleuyan kebo gunung

Ngadadak mineung nya pikir (maksudna: badak)

Contoh 2

Layar kaca jero imah

Serat parantos katampi (maksudna: TV)

Contoh 3

Kendang gede sok di masjid

Dag-dig-dug rasaning ati (maksudna: bedug)

Contoh 4

Belut sisit saba darat,

Kapiraray siang wengi. (maksudna: oray)

Dengan mengetahui apa itu wawangsalan dan juga ciri-ciri dan contohnya dapat Anda pahami untuk memperkaya pengetahuan Anda tentang keragaman budaya di Indonesia, khususnya di bidang karya sastra. (DAP)