Contoh Wawangsalan dalam Kebudayaan Jawa dan Ciri-cirinya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia dikenal dengan keragaman budaya dan tradisi, termasuk keragaman sastra yang dimiliki tiap daerah. Wawangsalan termasuk salah satu bukti keragaman budaya yang dimiliki Indonesia. Berikut ini adalah pengenalan mengenai wawangsalan yang perlu kita ketahui dilengkapi dengan contoh dan ciri-cirinya untuk memudahkan kita memahami bentuk wawangsalan.
Pengertian Wawangsalan Lengkap dengan Contoh dan dan Ciri-Cirinya
Keragaman sastra daerah di Indonesia merupakan wujud dari kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Masing-masing daerah di Indonesia memiliki ciri dan kekhasan tersendiri yang membedakan antara budaya satu daerah dengan budaya daerah lainnya. Misalnya saja di pulau Jawa yang memiliki beragam bahasa daerah yang membuatnya memiliki perbedaan bentuk sastra khas daerah.
Salah satu sastra khas kebudayaan Jawa Barat adalah wawangsalan. Wawangsalan merupakan bentuk pantun dalam kebudayaan Jawa Barat. Sebagaimana yang disebutkan dalam buku berjudul Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik yang disusun oleh Dr. Liaw Yock Fang dan Riris K Sarumpaet (2011: 560).
Buku tersebut menuliskan bahwa di Nusantara terdapat berbagai macam jenis karya sastra, salah satunya dalam bentuk pantun, contohnya seperti wawangsalan yang dibuat dalam bahasa Sunda sehingga termasuk ke dalam salah satu kebudayaan Jawa, tepatnya kebudayaan Jawa Barat.
Mustika Basa Sunda yang disusun oleh Drs. Denny Junaedy, Dra. Rinne Tanumulyana, Elly Sarimanah, S.Pd, dan Inne Novita W., S.Pd (2001: 77) yang menyebutkan bahwa wawangsalan memiliki beberapa ciri khusus, antara lain:
Masing-masing wawangsalan terdiri dari dua kalimat baris
Setiap baris umumnya terdiri dari delapan kata yang bisa diucapkan dalam sekali nafas
Barisan pertama merupakan cangkang, barisan kedua merupakan isi
Dalam barisan pertama merupakan penanya (tatarucingan) dan jawabannya terdapat di barisan kedua
Untuk mempermudah Anda memahami bentuk wawangsalan, berikut ini adalah beberapa contoh wawangsalan:
Contoh 1
Pileuleuyan kebo gunung
Ngadadak mineung nya pikir (maksudna: badak)
Contoh 2
Layar kaca jero imah
Serat parantos katampi (maksudna: TV)
Contoh 3
Kendang gede sok di masjid
Dag-dig-dug rasaning ati (maksudna: bedug)
Contoh 4
Belut sisit saba darat,
Kapiraray siang wengi. (maksudna: oray)
Dengan mengetahui apa itu wawangsalan dan juga ciri-ciri dan contohnya dapat Anda pahami untuk memperkaya pengetahuan Anda tentang keragaman budaya di Indonesia, khususnya di bidang karya sastra. (DAP)
