Konten dari Pengguna

Curah Hujan: Pengertian, Jenis, dan Alat Ukurnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Curah Hujan, Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Curah Hujan, Foto: Unsplash.

Apa yang dimaksud dengan curah hujan? Curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam penakar hujan pada tempat yang datar, tidak menyerap, tidak meresap dan tidak mengalir. Konon, curah hujan yang tinggi dapat mengakibatkan bencana alam, lho.

Lantas, apa sebenarnya pengertian curah hujan? Bagaimana cara mengukurnya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, silahkan menyimak artikel ini hingga usai, ya.

Baca Juga: Ciri-Ciri Cuaca Cerah, Berawan, Panas, Dingin, Berangin, dan Hujan

Pengertian Curah Hujan

Curah Hujan, Foto: Unsplash.

Dikutip dari buku Hidrologi Terapan karya A. Syarifudin (2017: 29), Luke Howard adalah seorang ahli meteorologi Inggris yang pada tahun 1802 menciptakan istilah "curah hujan". Menurut Howard, curah hujan adalah jumlah air hujan yang jatuh ke permukaan bumi dalam suatu wilayah dan periode waktu tertentu.

Ia juga mengembangkan sistem pengklasifikasian awan yang masih digunakan hingga saat ini. Howard sangat tertarik pada fenomena cuaca dan iklim, dan telah berkontribusi besar dalam mengembangkan ilmu meteorologi.

Jenis Curah Hujan

Jenis-jenis curah hujan antara lain:

  1. Curah hujan konvektif: terjadi karena suhu permukaan bumi yang tinggi menghasilkan pemanasan udara, kemudian udara naik dan mendingin, dan akhirnya membentuk awan hujan.

  2. Curah hujan frontal: terjadi karena adanya pertemuan antara massa udara hangat dan massa udara dingin, yang menghasilkan awan hujan di sepanjang garis pertemuan tersebut.

  3. Curah hujan orografis: terjadi karena udara lembab yang bertiup dari laut bertemu dengan pegunungan, udara naik dan mendingin, dan akhirnya membentuk awan hujan.

Alat Ukur Curah Hujan

Curah Hujan, Foto: Unsplash.

Alat untuk mengukur curah hujan adalah pluviometer. Pluviometer adalah alat pengukur curah hujan dengan prinsip menampung air hujan yang jatuh pada lempengan datar atau corong yang diletakkan di tempat yang terbuka. Pluviometer menghasilkan data curah hujan dalam satuan milimeter atau inci.

Ada beberapa jenis pluviometer, di antaranya:

  1. Pluviometer penakar: alat ini menggunakan corong berbentuk kerucut dan mengukur curah hujan dalam satuan milimeter atau inci.

  2. Pluviometer bertimbangan: alat ini menggunakan timbangan untuk mengukur berat air hujan yang terkumpul dalam bejana di bawah corong.

  3. Pluviografi: alat ini digunakan untuk merekam data curah hujan secara terus-menerus selama periode waktu tertentu dan menghasilkan grafik yang menunjukkan pola curah hujan dalam kurun waktu tersebut.

Demikianlah penjelasan mengenai curah hujan. Dapat disimpulkan bahwa curah hujan adalah jumlah air yang turun ke bumi. jika kita tidak menjaga lingkungan dengan baik dan intensitas hujan tinggi maka akan menyebabkan banjir. Mari menjaga lingkungan sekitar kita dengan baik. (Umi)