Dasar Aturan Penulisan Angka dan Bilangan dalam EYD Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penulisan dalam bahasa Indonesia memiliki sejumlah aturan. Misalnya adalah aturan dalam penulisan angka dan bilangan. Apa yang menjadi dasar aturan penulisan angka dan bilangan?
Angka dan bilangan dalam bahasa Indonesia tidak boleh ditulis dengan asal. Penulisan dan penggunaan tersebut juga harus sesuai dengan konteks yang ada pada kalimat.
Ulasan Apa yang Menjadi Dasar Aturan Penulisan Angka dan Bilangan di Bahasa Indonesia
Menulis dalam bahasa Indonesia cukup sulit untuk dilakukan. Hal itu karena terdapat banyak aturan untuk menulis sebuah kalimat. Salah satunya adalah untuk menulis angka dan bilangan pada kalimat.
Dikutip dari buku Mengenal Tata Bahasa Indonesia, Sitorus, (2019), penulisan angka dan bilangan yang termasuk dalam jenis kata bilangan ini memiliki aturan-aturan tersendiri dalam penerapannya.
Lalu apa yang menjadi dasar aturan penulisan angka dan bilangan? Berikut penjelasannya.
1. Angka Romawi dan Arab Digunakan Sebagai Lambang Bilangan
Angka Arab maksudnya adalah 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan seterusnya. Sementara angka Romawi adalah I, II, III, IV, V, VI, VII, VII, IX, X, L (50), C (100), D (500), M (1.000), V (5.000), dan M (1.000.000).
2. Bilangan dalam Teks Dinyatakan dengan Satu Kata Maka Ditulis dengan Huruf
Dalam bahasa Indonesia, jika terdapat bilangan yang dinyatakan dengan satu kata maka harus ditulis dengan huruf. Kecuali jika bilangan tersebut digunakan dengan berurutan dalam pencarian. Contohnya sebagai berikut:
Adik menonton drama tersebut sampai tiga kali
Aku memiliki koleksi lebih dari seribu kaset DVD
Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut warga desa terdiri dari 2 bus, 4 minibus, dan 1 truk.
3. Angka dengan Bilangan Besar Dapat Ditulis Sebagian dengan Huruf
Terdapat angka yang memiliki bilangan besar. Agar mempermudah untuk membacanya, maka dapat ditulis sebagian dengan huruf. Misalnya:
Sebanyak 600 ribu buku telah disumbangkan oleh pemerintah ke desa A.
Perusahaan itu mendapatkan investasi dana sebanyak 38 miliar rupiah.
4. Bilangan Ditulis dengan Huruf dalam Dokumen Penting
Dalam dokumen seperti perundang-undangan, akta, hingga kuitansi, maka bilangan ditulis menggunakan huruf. Contohnya sebagai berikut:
15 = Lima belas
150 = Seratus lima puluh
250.000 = Dua ratus lima puluh ribu
Baca juga: Aturan Penulisan Alamat Surat yang Tepat Sesuai Kaidah
Jadi apa yang menjadi dasar aturan penulisan angka dan bilangan? Ada banyak aturan yang harus diikuti. Cek penulisan angka dan bilangan di EYD agar tidak salah saat menulis ya. (FAR)
