Definisi dan Macam-Macam Nilai Menurut Notonegoro

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menurut Prof. Notonegoro, pengertian nilai sosial adalah aturan yang terbentuk dari kesepakatan bersama dan penting untuk dipatuhi dan dijalankan, tujuannya untuk menjaga keteraturan sosial di dalam kehidupan masyarakat.
Berdasarkan buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) karya Mamat Ruhimat dkk (2006), menurut Notonegoro, nilai dibedakan menjadi tiga macam, yaitu nilai material, nilai vital, dan nilai kerohanian. Berikut penjelasan lebih lengkapnya tentang nilai menurut Notonegoro.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Nilai Moral dan Sosial beserta Contoh Perilakunya
Macam-Macam Nilai Menurut Notonegoro di Kehidupan
Inilah macam-macam nilai menurut Notonegoro di kehidupan sehari-hari:
1. Nilai Material
Bentuk nilai sosial yang pertama yaitu nilai material yang merupakan sebuah usaha manusia dalam pemenuhan kebutuhan fisiknya untuk bertahan hidup seperti memenuhi kebutuhan dasar seperti makan, minum atau mandi.
Membeli kendaraan secara kredit atau mencari tempat kos yang sesuai dengan kemampuan finansial adalah contoh nilai material yang dilakukan individu untuk memenuhi kebutuhan.
2. Nilai Vital
Nilai sosial kategori nilai vital ini berkaitan dengan manfaat bagi manusia, nilai yang bermanfaat bagi manusia untuk menjalankan kegiatannya dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya seperti memilih melakukan pola makan mengurangi gula karena orang tersebut memiliki penyakit diabetes, meskipun kegiatan makan adalah nilai material, namun pilihan diet gula tersebut menjadikannya sebuah nilai vital.
3. Nilai Kerohanian
Nilai kerohanian adalah bagian dari nilai sosial yang kegiatannya dapat dirasakan oleh batin atau dapat memenuhi kebutuhan rohani seseorang. Nilai kerohanian ini terdiri atas 4 kategori, antara lain:
Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio, budi, cipta) manusia;
Nilai keindahan atau nilai estetis yang bersumber pada unsur perasaan manusia;
Nilai kebaikan atau nilai moral yang bersumber pada unsur kehendak (karsa) manusia;
Nilai religius (agama) yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak yang bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia.
Nilai memiliki ciri-ciri, yaitu sebagai berikut:
1) Nilai yang terencanakan biasanya dijadikan kepribadian bawah sadar atau dengan kata lain akan mendorong timbulnya tindakan tanpa berpikir lagi. Pelanggaran atas nilai-nilai tersebut akan mengakibatkan timbulnya perasaan malu atau bersalah yang sulit dilupakan. Misalnya, seseorang merasa malu ketika ia secara tidak sengaja bersendawa dengan suara keras saat menikmati jamuan makan malam bersama tamu.
2) Nilai yang dominan merupakan nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai-nilai lainnya. Ukuran yang digunakan untuk menentu- kan dominan atau tidaknya suatu nilai, didasarkan pada:
a) banyaknya orang yang menganut nilai tersebut;
b) lamanya nilai itu dapat dirasakan manfaatnya oleh anggota kelompok;
c) tinggi rendahnya usaha yang dilakukan untuk mempertahankan nilai tersebut.
Nilai sosial di sebuah masyarakat juga menjadi identitas masyarakat tersebut. Nilai sosial tentu ada dan berlaku di masyarakat, nilai sosial adalah suatu hal tentang baik dan buruk.
Demikian penjelasan lengkap tentang nilai menurut Notonegoro. (NDA)
