Konten dari Pengguna

Definisi Perubahan Makna Peyorasi dan Contoh Kalimatnya dalam Bahasa Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perubahan makna peyorasi dalam bahasa Indonesia. Sumber: unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Perubahan makna peyorasi dalam bahasa Indonesia. Sumber: unsplash.com

Dalam bahasa Indonesia, ada berbagai konsep tata bahasa yang menarik untuk dipelajari lebih jauh. Salah satunya adalah tentang perubahan makna peyorasi yang erat kaitannya dengan penerapan sebuah kalimat. Nah, untuk Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang konsep tersebut, simak artikel ini sampai akhir, ya.

Baca Juga: Fungsi dan Contoh Kalimat Deklaratif dalam Teks Prosedur

Definisi Perubahan Makna Peyorasi dalam Bahasa Indonesia

Perubahan makna peyorasi. Sumber: unsplash.com

Mengutip dari buku Semantik: Konsep dan Contoh Analisis karya Fitri Amalia dan Astri Widyaruli Anggraeni (2019:177), peyorasi berasal dari bahasa Latin yang memiliki arti jelek atau buruk. Sedangkan dalam KBBI, peyorasi merupakan perubahan makna yang mengakibatkan sebuah ungkapan jadi lebih tidak enak atau tidak baik.

Dengan kata lain, perubahan makna peyorasi dilakukan untuk memberikan konotasi negatif karena dianggap mempunyai nilai lebih rendah dari sebelumnya. Penggunaan peyorasi ini akan membuat perubahan makna kata menjadi lebih jelek atau lebih rendah dibanding makna semula.

Contoh Kalimat Perubahan Peyorasi Makna

Adapun beberapa contoh kalimat yang menunjukkan peyorasi makna adalah sebagai berikut.

  1. Sudiro bingung harus mencari kemana anak dan bininya. (Kata bini pada kalimat di atas merupakan peyorasi dari kata istri)

  2. Baru tiga hari anak-anaknya disapih, Kambing itu telah beranak lagi. (Kata beranak pada kalimat di atas merupakan peyorasi dari kata melahirkan)

  3. Bu Rina sang koruptor itu resmi didepak dari perusahaan tersebut. (Kata didepak pada kalimat di atas merupakan peyorasi dari kata dipecat)

  4. Percuma kerja kalau cuma jadi babu di rumah orang (Kata babu adalah peyorasi dari kata asisten rumah tangga)

  5. Kasian Meli, dia bunting tapi suaminya jauh di Jakarta (Kata bunting adalah peyorasi atau makna yang lebih kasar dibandingkan dengan kata hamil)

  6. Makanya cari laki yang bener, biar bisa membangun rumah tangga (Kata laki merupakan peyorasi atau memiliki makna yang lebih kasar dibandingkan dengan kata suami)

  7. Karena mencuri ayam, Dono masuk penjara 3 tahun (Kata penjara merupakan peyorasi atau memiliki makna yang lebih kasar dengan kata lembaga pemasyarakatan)

Itu dia penjelasan singkat tentang perubahan makna peyorasi lengkap dengan contoh kalimatnya dalam bahasa Indonesia yang bisa Anda pahami. Semoga bermanfaat. (Anne)