Deskripsi tentang Berdirinya Kerajaan Islam Pertama di Sumatera

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Deskripsikan tentang berdirinya kerajaan Islam pertama di Sumatera! Kerajaan Islam yang pertama berdiri di Sumatera adalah Samudera Pasai. Berdirinya kerajaan ini bermula saat para pedagang Islam dari Arab, India, dan Persia berdagang ke Indonesia.
Lambat laun, para pedagang tersebut menetap dan membangun kerajaan bernama Samudera Pasai. Kerajaan Islam tertua ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Hal ini bisa diketahui dari benda-benda peninggalan kerajaan tersebut yang mengandung nilai historis.
Sejarah Berdirinya Kerajaan Islam Pertama di Sumatera
Deskripsikan tentang berdirinya kerajaan Islam pertama di Sumatera! Mengutip buku Wangsit (Pawang Soal Sulit) HOTS UTBK SBMPTN SOSHUM 2021, Tim Tentor Master (2020), Kerajaan Samudera Pasai dibangun oleh Nizamuddin Al Kamil. Ia merupakan pimpinan angkatan laut asal Mesir yang mendirikan kerajaan tersebut pada 1267.
Tujuannya adalah menguasai perdagangan rempah-rempah di Aceh, terutama lada yang jumlahnya sangat berlimpah di Indonesia. Samudera Pasai awalnya merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurla.
Raja pertamanya adalah Malik al-Saleh dan menjadi sultan Islam pertama di Indonesia. Adapun silsilah kepemimpinan kerajaan Samudera Pasai di antaranya sebagai berikut:
Sultan Malik as-Saleh (1267-1297)
Sultan Al-Malik at Tahir I/Muhammad I (1297-1326)
Sultan Ahmad I (1326-133?)
Sultan Al-Malik at Tahir II (133?-1349)
Sultan Zainal Abidin I (1349-1406)
Ratu Nahrasyiyah (1406-1428)
Sultan Zainal Abidin (1428-1438)
Sultan Salahuddin (1438-1462)
Sultan Ahmad II (1462-1464)
Sultan Abu Zaid Ahmad III (1464-1466)
Sultan Ahmad IV (1466-1466)
Sultan Mahmud (1466-1468)
Sultan Zainal Abidin III (1468-1474)
Sultan Muhammad Syah II (1474 – 1495)
Sultan Al-Kamil (1495-1495)
Sultan Abdullah (1495-1506)
Sultan Muhammad Syah III (1506-1507)
Sultan Abdullah II (1507-1509)
Sultan Ahmad V (1509-1514)
Sultan Zainal Abidin IV (1514-1517)
Masa Kejayaan dan Keruntuhan
Samudera Pasai sempat menjadi pusat perdagangan yang penting di Asia. Lokasinya sangat strategis, sehingga membuat wilayah ini sering dilalui para saudagar lintas negara, seperti India, Cina, Arab, dan Persia. Tidak hanya itu, Samudera Pasai juga menjadi pusat peradaban agama Islam.
Menjelang keruntuhannya, Samudera Pasai di bawah pemerintahan Sultan Zain Al-Abidin ditaklukkan oleh Portugis pada 1521. Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh Sultan Ali Mughayat Syah, pemimpin Kerajaan Aceh Darussalam untuk mengambil alih Samudera Pasai.
Pada 1524, Samudra Pasai masuk ke dalam wilayah Kerajaan Aceh Darussalam. Hal ini dibuktikan dengan dipindahkannya Lonceng Cakra Donya milik Samudera Pasai ke Aceh Darussalam.
Baca juga: Lokasi Kerajaan Samudera Pasai dan Sejarah Singkatnya
Pertanyaan tentang deskripsikan tentang berdirinya kerajaan Islam pertama di Sumatera kini dapat terjawab dengan tepat. Hal ini menggambarkan bahwa kerajaan tersebut pernah berjaya pada masanya dan hingga kini masih dikenang sebagai kerajaan Islam terkemuka di Indonesia. (DLA)
