Doa serta Tata Cara Memandikan Jenazah Perempuan dan Laki-laki

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kematian adalah takdir yang pasti namun tidak ada satu orangpun di dunia ini yang mengetahui kapan akan meninggal dunia, kecuali Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Salah satu kewajiban bagi orang yang masih hidup jika ada orang atau sesama muslim meninggal dunia adalah memandikan, mengkafani, mensholatkan, dan menguburkannya. Dalam memandikan, ada doa dan tata cara memandikan jenazah yang wajib diketahui umat muslim.
Orang yang Berhak Memandikan Jenazah
Yang membedakan dalam memandikan jenazah laki-laki dan perempuan adalah siapa yang berhak untuk memandikannya. Berikut adalah orang-orang yang berhak memandikan jenazah:
Adapun orang yang berhak memandikannya (jenazah laki-laki) yaitu laki-laki yang masih mempunyai ikatan keluarga, istrinya, tetangga laki-laki, perempuan mahram (anak kandungnya).
Sedangkan jenazah perempuan yang berhak memandikannya yaitu suaminya, perempuan yang masih ada ikatan keluarga, tetangga perempuan, laki-laki mahram (anak kandungnya).
Jika jenazahnya masih kecil (di bawah usia 7 tahun), maka boleh dimandikan baik oleh perempuan maupun laki-laki. Dan, sebaiknya dilakukan atau didampingi oleh orang yang ahli fiqih.
Tata Cara Memandikan Jenazah
Berikut adalah tata cara memandikan jenazah yang dikutip dari buku Panduan Praktis Shalat Jenazah & Perawatan Jenazah, Ahmad Fathoni El-Kaysi (2018: 33) :
Menyirami badan jenazah menggunakan air yang suci dan mensucikan, mulai dari anggota wudhu dan di mulai dari anggota badan yang kanan kemudian meratakan siraman ke seluruh tubuh
Menggunakan air sabun untuk menyabuni seluruh tubuh jenazah sampai qubul dan duburnya
Gunakan kembali air murni untuk membilas bekas air sabun tadi
Akhiri permandian dengan menggunakan air yang dicampur bubuk kapur barus dan sedikit wewangian
Badan jenazah dikeringkan dengan handuk yang lembut
Setelah kering, jenazah diangkat, diletakkan di atas kain kafan yang sudah disiapkan sebelumnya. Kemudian bungkuslah jenazah dengan kain kafan.
Doa Niat Memandikan Jenazah
Berikut adalah bacaan doa niat untuk memandikan jenazah :
Niat memandikan jenazah laki-laki
نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul gusla adaa-an 'an haadzal mayyiti lillahi ta'aalaa.
Artinya: “Saya niat memandikan untuk memenunhi kewajiban dari mayit (laki-laki) ini karena Allah Ta'ala.”
Niat memandikan jenazah perempuan
نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul gusla adaa-an 'an haadzihil mayyitati lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayit (perempuan) ini karena Allah Ta'ala.”
Demikian pembahasan mengenai doa dan tata cara memandikan jenazah laki-laki atau perempuan, yang masing-masing berbeda dalam bacaan niat memandikannya. (WWN)
