Konten dari Pengguna

Doa Shalat Istikharah untuk Memohon Petunjuk kepada Allah Swt.

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Doa Shalat Istikharah. Sumber: Unsplash/Imad Alassiry
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Doa Shalat Istikharah. Sumber: Unsplash/Imad Alassiry

Doa merupakan kegiatan ibadah sehari-hari bagi pemeluk agama Islam. Islam mengajarkan pemeluknya untuk selalu memanjatkan doa pada setiap kegiatan, termasuk setelah salat istikharah. Doa shalat istikharah mempunyai makna yang mendalam.

Doa tersebut memiliki makna tentang permohonan manusia sebagai seorang hamba untuk meminta petunjuk kepada Allah Swt. Doa tersebut juga memuat makna bahwa manusia meyakini bahwa hanya Allah Swt. yang Maha Kuasa serta Maha Tahu.

Doa Shalat Istikharah

Ilustrasi Doa Shalat Istikharah. Sumber: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Istikharah merupakan salah satu salat sunah dalam ajaran Islam. Dikutip dari buku Tuntunan Lengkap Shalat untuk Wanita, Huraerah (2011: 111), tujuan salat istikharah adalah memohon kepada Allah menentukan pilihan yang lebih baik di antara dua hal.

Dua hal tersebut adalah perkara yang belum dapat ditentukan baik atau buruknya. Salah satu contoh, yaitu ketika seseorang merasa ragu terhadap pekerjaan atau maksud tertentu. Salat istikharah terdiri dari dua rakaat.

Setelah selesai salat, umat muslim dapat membaca doa shalat istikharah. Dikutip dari buku Zikir dan Doa Setelah Shalat ala Rasulullah, Hamedan (2024: 118), berikut adalah bacaan doa setelah salat istikharah.

Allaahumma innii astakhiiruka bi-‘ilmika, wa astaqdiruka bi-qudratika, wa as-aluka min fadhlikal-‘azhiimi, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul-ghuyuub.

Allaahumma in kunta ta’lamu anna haadzal-amra khairun lii fii diinii wa ma-‘aasyii wa ‘aaqibati amrii faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baariklii fiih. Wa in kunta ta’lamu anna haadzal-amra syarrun lii fii diinii wa ma-‘assyii wa ‘aaqibati amrii fashrifhu ‘annii washrifnii ‘anhu, waqdur lil-khaira haitsu kaana tsumma ardhinii.

Arti Doa Setelah Salat Istikharah dalam Ajaran Islam

Ilustrasi Doa Shalat Istikharah. Sumber: Unsplash/Imad Alassiry

Arti doa setelah salat istikharah memiliki makna yang seleras dengan tujuannya, yakni memohon petunjuk kepada Allah Swt. Mengutip dari buku yang sama karya Hamedan (2024: 118 – 119), berikut adalah arti doa setelah salat istikharah dalam ajaran Islam.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuasaan-Mu (untuk menyelesaikan urusanku) dengan kodrat-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedangkan aku tidak berkuasa. Engkau Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini. Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untuk diriku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku maka jauhkanlah urusan ini dari ku dan jauhkanlah aku dari ueusan ini. Dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku rida menerimanya.

Jika melihat arti dari doa setelah salat istikharah, diketahui bahwa doa tersebut mengajarkan seorang muslim untuk memohon hanya kepada Allah Swt. Allah Swt. adalah Sang Maha Kuasa dan Sang Maha Mengetahui.

Berdasarkan hal itu, seorang muslim sudah sepatutnya hanya menyerahkan segala urusan kepada Allah Swt. Seorang muslim juga perlu belajar memahami bahwa Allah Swt. selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Wallahu a’lam bishawab.

Baca juga: Alasan Umat Islam Dianjurkan Shalat Tahajud di Sepertiga Malam

Jadi, jelas bahwa doa shalat istikharah adalah bacaan yang dapat diamalkan oleh umat muslim untuk memohon petunjuk kepada Allah Swt. Doa tersebut merupakan bagian dari rasa percaya bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui baik atau buruknya urusan. (AA)