Konten dari Pengguna

Doa untuk Suami yang Selalu Menyakiti Hati Istri agar Kembali Harmonis

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi istri yang disakiti oleh suami. Sumber: https://www.freepik.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi istri yang disakiti oleh suami. Sumber: https://www.freepik.com/

Menikah adalah impian dari setiap laki-laki dan perempuan. Setelah pernikahan, setiap pasangan selalu menginginkan menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah. Namun konflik dalam berumah tangga akan terjadi sebagai bumbu kehidupan. Akan tetapi, jika suami selalu menyakiti hati istri adalah hal yang tidak baik. Maka istri dapat memanjatkan doa berikut agar berbaikan kembali.

Doa untuk Suami yang Selalu Menyakiti Hati Istri

Ketika berkeluarga, antara suami dan istri harus saling memahami dan menyayangi. Apabila terjadi kesalahan maupun perselisihan merupakan hal yang biasa terjadi. Apabila suami melakukan hal-hal yang selalu menyakiti istri dapat mengakibatkan keretakan keluarga.

Mengutip buku berjudul Menikah untuk Bahagia: Antara Dua Arah Cinta karangan Abu Salman Farhan Al-atsary (2014: 78), istri memiliki kewajiban untuk berusaha memberikan hak untuk suami. Sehingga tatanan rumah tangga akan rukun, kompak, akur, dan mesra.

Namun dengan hal tersebut, suami tidak boleh sewenang-wenang kepada istri hingga membuatnya sakit hati. Suami juga berkewajiban untuk mengayomi dan memberi edukasi terhadap istri. Jika suami sampai melakukan hal tersebut, sang istri dapat mengamalkan doa sebagai berikut.

Ilustrasi istri berdoa agar suai kembali berbaikan. Sumber: https://www.freepik.com/

Pertama

لْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

Laa yuhibbullaa huljahra bissuu-i minalqowli illaa man zhulima, wakaa nallaahu samii’an ‘aliimaa

Artinya, “Allah tidak menyukai ucapan yang buruk (yang diucapkan) kepada seseorang dengan terang-terangan, melainkan orang yang didzalimi maka dia boleh menceritakan kedzaliman tersebut, dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.”

Kedua

أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

Ammay yujiibul mudhl torro idzaa da’aahu wayaksyifus suwa-a wayaj ‘alukum khulafaa-al ardh. A ilaahum ma’allaah. Qoliilan maa tadzakkaruun

Artinya “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah dibumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).”

Tidak ada seorang yang menginginkan adanya keretakan dalam rumah tangga. Untuk itu selalu berhubungan dengan baik antara suami dan istri. Apabila terjadi hal yang kurang baik, sang istri dapat mengamalkan doa untuk suami yang selalu menyakiti hati istri seperti yang sudah dijelaskan di atas agar kembali berbaikan dan menjadi keluarga harmonis. (MZM)