Doa untuk Suami yang Selalu Menyakiti Hati Istri agar Kembali Rukun

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam berhubungan rumah tangga, tejadinya masalah, perbedaan pendapat, dan salah paham adalah bumbu kehidupan. Namun apabila suami selalu menyakiti hati istri adalah perbuatan yang terlarang dan tidak baik. Apabila suami selalu menyakiti hati, istri dapat memanjatkan doa agar kembali rukun.
Doa untuk Suami yang Selalu Menyakiti Hati Istri
Menikah adalah menyatukan mempelai pria dan wanita dalam satu ikatan. Mempersartukan dua insan yang berbeda bukan perkara mudah, maka dalam kehidupan berumah tangga pertengkaran kecil merupakan hal yang lumrah. Namun apabila suami selalu menyakiti hati istri dapan menyebabkan perpecahan dalam rumah tangga.
Baik suami maupun istri memiliki kewajiban masing-masing. Sebagaimana yang terdapat dalam buku berjudul Menikah untuk Bahagia karangan Abu Salman Farhan Al-atsary (2014: 75), suami memiliki kewajiban kepada istrinya seperti mengajarkan akhlak dan agama kepada istri, mencukupi kebutuhan, dan tidak menyakiti. Sementara kewajiban istri terhadap suami diantaranya menyenangkan dan menantaati suaminya.
Namun perlu diketahui, mentaati suami bukan berarti suami bisa bertindak semena-mena. Selain itu bukan berarti atas kewajiban seorang istri, membuat suami dapat menyakiti istrinya. Akan tetapi mentaati suaminya yaitu dalam berbuat kebaikan dan beribadah kepada Allah SWT.
Suami yang menyakiti istrinya merupakan perbuatan yang amat keji. Adapun larangan suami menyakiti hati istri yang disebutkan oleh Sulaiman bin Amr bin Al Ahwash berkata, Telah menceritakan kepadaku Bapakku bahwa dia melaksanakan haji wada' bersama Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau bertahmid dan memuji Allah, beliau memberi pengingatan dan nasehat. Lantas bersabda
Perlakukanlah istri-istri kalian dengan baik, karena mereka adalah teman di sisi kalian. Kalian tidak memiliki suatu apapun dari mereka selain itu. Kalian tidak berhak atas mereka lebih dari itu, kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Jika mereka melakukannya, jauhilah mereka di tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak menyakitkan. Jika kemudian mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. (HR. Tirmidzi no. 1083 dan Ibnu Majah no. 1841).
Adapun bacaan doa yang dapat dipanjarkan istri ketika suami selalu menyakiti hatinya.
Pertama
لْقَوْلِ إِلَّا مَن ظُلِمَ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
Laa yuhibbullaa huljahra bissuu-i minalqowli illaa man zhulima, wakaa nallaahu samii’an ‘aliimaa
Artinya, “Allah tidak menyukai ucapan yang buruk (yang diucapkan) kepada seseorang dengan terang-terangan, melainkan orang yang didzalimi maka dia boleh menceritakan kedzaliman tersebut, dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui.”
Kedua
أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ ۗ أَءِلَٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ
Ammay yujiibul mudhl torro idzaa da’aahu wayaksyifus suwa-a wayaj ‘alukum khulafaa-al ardh. A ilaahum ma’allaah. Qoliilan maa tadzakkaruun
Artinya “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah dibumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).”
Semoga setelah memanjatkan doa di atas, suami kembali berbuat baik kepada istri dan keluarga kembali rukun. (MZM)
