Dorongan Kaum Terpelajar untuk Mendirikan Sekolah Bersifat Nasional

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sekolah adalah sebuah institusi yang penting demi kemajuan sebuah bangsa. Hal ini dikarenakan di sekolah lah proses belajar mengajar berlangsung, terutama secara formal. Selain itu, interaksi yang terjadi di sekolah pun bisa membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan sosial dan nilai-nilai dalam diri. Itulah mengapa sekolah sudah diadakan bahkan sejak zaman penjajahan Belanda. Namun dahulu, sekolah tidak bisa dinikmati oleh berbagai kalangan seperti sekarang akibat kebijakan pemerintah Belanda. Oleh sebab itu, dorongan kaum terpelajar untuk mendirikan sekolah yang bersifat nasional adalah kecemasan akan perilaku Belanda tersebut. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Alasan Mendirikan Sekolah Nasional
Mengutip buku Sejarah oleh Ika Armasari, S.S, dkk (2008:139), penjajahan yang dilakukan bangsa Belanda di Indonesia dalam beberapa abad lamanya telah memberikan pengaruh dan dampak negatif di setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu aspek tersebut adalah pendidikan.
Sebenarnya sejak tahun 1900 ketika Ratu Juliana berkuasa, Belanda telah menerapkan politik etis di mana pendidikan di Indonesia berkembang menjadi lebih progresif. Pendidikan yang ada di Indonesia dimulai dengan pendidikan dasar, lanjutan, hingga pendidikan tinggi.
Namun, Belanda masih bertindak sewenang-wenang di bidang pendidikan, terutama terhadap pribumi. Mereka tetap tidak ingin semua orang pribumi bisa mengenyam pendidikan hingga tinggi. Syarat-syarat memberatkan pun diterapkan oleh Belanda agar orang-orang pribumi kesulitan untuk bersekolah. Golongan pribumi yang biasanya bisa bersekolah lebih tinggi dari pribumi lainnya adalah anak laki-laki keturunan pejabat.
Kondisi seperti yang sudah dipaparkan di atas inilah yang membuat kaum terpelajar mulai mendirikan sekolah. Ya, alasan kaum terpelajar membuka sekolah yang bersifat nasional adalah karena mereka cemas dengan kebijakan yang diterapkan Belanda. Mereka khawatir golongan pribumi kelas bawah tidak bisa mengenyam pendidikan dengan baik.
Salah satu kaum terpelajar yang membuka sekolah bertaraf nasional adalah Ki Hadjar Dewantara. Seorang tokoh yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan ini mendirikan Perguruan Taman Siswa di Yogyakarta pada tahun 1922. Sekolah ini didirikan agar anak-anak pribumi memiliki kesempatan dan hak yang sama dengan anak Belanda dalam bidang pendidikan.
Itulah alasan kaum terpelajar mendirikan sekolah yang bersifat nasional. Kini, pendidikan sudah bisa lebih dinikmati oleh masyarakat Indonesia. (LOV)
