Dosa Pacaran dalam Agama Islam dan Cara Menggugurkannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Allah Swt menciptakan manusia untuk saling menyayangi dan mencintai. Dengan cinta, keberlangsungan hidup manusia tetap terjaga dengan baik. Namun banyak orang yang salah dalam menyalurkan rasa cintanya, yakni dengan berpacaran. Padahal istilah pacaran tidak dikenal dalam agama Islam. Bahkan banyak sekali ayat dalam Alquran yang menjelaskan dosa pacaran.
Dosa Pacaran dalam Agama Islam
Pacaran sangat erat kaitannya dengen hubungan asmara antara laki-laki dan perempuan yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Seperti yang dikutip dari buku Kesehatan Reproduksi Remaja: Implementasi PKPR dalam Teman Sebaya karya Nessi Meilan, DKK. (2019), pacaran merupakan hubungan di mana dua insan bertemu dan melakukan serangkaian aktivitas bersama dengan tujuan mengenal satu sama lain.
Dalam agama Islam, melarang umatnya untuk berpacaran. Sebab perbuatan dapat mendekatkan kepada jurang keburukan dan dosa, di antaranya:
1. Mendekatkan Zina
Zina merupakan perbuatan yang sangat dilarang dalam agama Islam. Pacaran merupakan salah satu penyebab utama orang melakukan zina. Memang tidak semua yang berpacaran pasti berzina, namun dengan berpacaran tinggal satu langkah saja untuk melakukan zina.
Rasulullah Saw bersabda,
“Sesungguhnya Allah telah menakdirkan bahwa pada setiap anak Adam memiliki bagian dari perbuatan zina yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari. Zinanya mata adalah penglihatan, zinanya lisan adalah ucapan, sedangkan nafsu (zina hati) adalah berkeinginan dan berangan-angan, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mengingkarinya” (HR. Al Bukhari 6243)
2. Menyentuh Lawan Jenis
Hampir tidak mungkin sepasang kekasih dalam berpacaran tidak menyentuh satu sama lain. Dalam agama Islam, menyentuh yang bukan mahramnya adalah perbuatan yang terlarang. Seperti dalam hadis, Rasulullah Saw bersabda:
“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya (bukan mahramnya)” (HR. Ar Ruyani no. 227)
Dan masih banyak lagi dosa yang akan didapatkan seseorang yang berpacaran. Maka dari itu, seorang Muslim yang pernah terjerumus perbuatan tersebut agar segera bertaubat kepada Allah Swt.
Baca juga: Apakah Pacaran Itu Dosa? Ini Penjelasannya dari Sudut Pandang Islam
Adapun cara untuk menggugurkan dosa pacaran yakni:
1. Menikah
Menikah adalah jawaban utama dari berpacaran. Seseorang yang sudah menikah, dapat mengugurkan dosa-dosa yang telah dilakukan.
2. Bertaubat
Setelah menikah, bukan berarti secara otomatis dosa pacaran langsung berguguran. Namun harus disertai dengan perbuatan taubat kepada Allah SWT dengan tulus. Sebab pernikahan dapat menghadirkan penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Semoga informasi di atas dapat memberi pengetahuan tentang bahaya dan dosa berpacaran. (MZM)
