Konten dari Pengguna

Dosa Tidak Puasa dan Hukumnya dalam Ajaran Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Dosa Tidak Puasa, Sumber Unsplash/Rauf Alvi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dosa Tidak Puasa, Sumber Unsplash/Rauf Alvi

Puasa Ramadan adalah kewajiban setiap umat muslim. Terdapat dosa tidak puasa dalam Islam yang perlu diketahui.

Bulan Ramadan dan ibadah puasa memiliki banyak keutamaan bagi yang menjalankan. Selain keutamaan, terdapat juga ancaman bagi yang sengaja meninggalkan puasa Ramadan.

Dosa Tidak Puasa Ramadan bagi Umat Muslim

Ilustrasi Dosa Tidak Puasa Sumber Unsplash/Simon Infanger

Dosa tidak puasa Ramadan tanpa alasan yang diperbolehkan sangat berat, bahkan tidak bisa digantikan walau berpuasa satu tahun. Hal ini diperkuat dalam dalil hadits berikut.

منْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضانَ، مِنْ غَيْرِ رُحْصَةٍ وَلَا مَرَضِ، لَمْ يَقْضِهِ عَنْهُ صَوْمُ الدهرِ وَإِنْ صَامَهُ

"Barang siapa tidak berpuasa sehari saja di bulan Ramadan, tanpa ada alasan atau tanpa mengalami sakit, maka dia tidak bisa menggantinya dengan puasa sepanjang masa, meski dia melakukannya" (HR Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad saw. pernah bersabda.

"Barang siapa yang tidak berpuasa sehari di bulan Ramadan, tanpa ada alasan yang dibenarkan oleh Allah, maka dia tidak bisa menggantinya meski dengan puasa setahun. (HR Abu Dawud).

Hukum Meninggalkan Puasa

Ilustrasi Dosa Tidak Puasa Sumber Unsplash/Abdullah Arif

Diambil dari buku Fikih Puasa, Ali Musthafa Siregar (2021:23), hukum orang yang meninggalkan puasa dibagi menjadi dua bagian, yaitu.

1. Meninggalkan puasa dengan ada alasan yang diterima dalam agama, maka hukumnya tidak berdosa.

Adapun orang yang meninggalkan puasa Ramadan dengan alasan yang diterima agama, maka Allah Swt. memberikan kepada mereka pahala puasa, seperti wanita haid atau nifas, musafir dan orang sakit.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw.

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كتب الله تعالى لهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلَ مَا كَانَ يَعْمَلُ صَحِيحًا مُقِيمًا.

"Apabila seorang hamba sakit atau musafir, niscaya Allah Swt. akan tetapkan baginya pahala seumpama pahala yang ia lakukan ketika sehat lagi tidak musafir" (HR. al-Bukhori).

2. Meninggalkan puasa dengan tidak ada alasan yang diterima dalam agama. Keadaan ini terbagi menjadi dua, yaitu.

  1. Meninggalkan puasa karena mengingkari kewajiban puasa, maka keadaan ini hukumnya menyebabkan kekafiran.

  2. Meninggalkannya karena malas, tetapi masih menganggap wajib puasa, maka keadaan ini tidak menyebabkan kekafiran, hanya saja ia dianggap muslim yang bermaksiat.

Baca juga: Golongan Orang Muslim yang Menganggap Hukum Puasa Ramadhan Tidak Wajib

Dosa tidak puasa terjadi ketika seseorang meninggalkan puasa Ramadan dengan sengaja. Ia tidak akan mendapatkan fadhilah puasa Ramadan, walaupun berpuasa sepanjang masa.(DK)